Rabu, 02 April 2014

TEKNIK–TEKNIK AUDITING YANG SUDAH MAJU (AUDIT EDP)

Perusahaan-perusahaan dan instansi-instansi pemerintah terus meningkatkan ketergantungan mereka pada sistem pengolahan data yang dikomputerisasi. Sistem tersebut semakin berkembang, baik dalam kerumitan maupun ukurannya. Karena itu, akan semakin penting pula untuk mendesain pengendalian dan pemeriksaan (audit) yang memadai untuk system tersebut. Sejalan dengan ditatanya kembali metode-metode bisnis karena kemampuan komputer, maka konsep audit dan pengendalian juga harus ditata kembali untuk memenuhi karakteristik sistem pengolahan data yang dikomputerisasi.
Auditing tradisional secara tidak langsung berarti merupakan evaluasi data historis. Banyak teknik audit EDP maju yang sekarang ini digunakan masih menganalisis data historis. Audit dalam suatu lingkungan pengolahan data tengah bergerak menuju audit transaksi bersamaan dengan pemrosesan normalnya. Beberapa teknik audit yang maju didesain untuk mengaudit transaksi selama siklus pemrosesan normal. Teknik-teknik auditing EDP maju lainnya menggunakan data tiruan (dummy data) untuk mengecek ketaatan sistem aplikasi pada kebijakan organisasi. Para auditor juga semakin terlibat dalam penganalisisan program aplikasi komputer. Hal ini akan memberi keyakinan bagi organisasi bahwa pengendalian yang terpasang di dalam sistem apiikasi benar-benar berfungsi.



                                  I.        Karakteristik Sistem EDP Maju
Sebagian besar sistem pengolahan data yang sekarang ini beroperasi didasarkan pada system manual yang mendahului komputer. Banyak sistem beranjak dari sistem manual kepada logika sistem manual yang dikonversi ke dalam peralatan record unit; kemudian logika peralatan record ini dialihkan ke dalam sistem komputer. Ini menghasilkan sistem yang dikomputerisasi dengan berbagai karakteristik dan pengendalian yang terdapat dalam system manual. Nilai komputer dalam tipe sistem yang dikonversi ini ialah meningkatnya kecepatan, meningkatnya kecermatan, dan stabilisasi upaya manual yang diperlukan untuk menanggulangi peningkatan volume.
Sejalan dengan semakin cakapnya para pendesain sistem dan pemrogram dalam menggunakan komputer, sistem aplikasi berkembang menjadi sistem yang semakin rumit dan terintegrasi. Komputer tidak Iagi menjadi suatu alat pendukung bagi pemakai, akan tetapi telah menjadi suatu bagian integral dari operasi. Dalam sistem yang terintegasi ini, tidak ada kemungkinan lain lagi untuk mengoperasikan kegiatan-kegiatan ini tanpa campur tangan komputer selama siklus transaksi.
Sistem maju ini dapat didefinisikan sebagai sistem yang memiliki saiah satu atau lebih dari karakteristik-karakteristik berikut ini:
·         Telekomunikasi
·         Integrasi data
·         Prakarsa transaksi secara otomatis
·         Jejak audit sementara


    1.   Telekomunikasi
Telekomunikasi merupakan fasilitas penghubung dua terminal dan hardware komputer secara bersama. Telekomunikasi membentuk hubungan pemrosesan bagi sifat-sifat yang disebut sebagai pemrosesan online real-time, pemrosesan job-entry jarak jauh, dan sistem pemrosesan distributif.
Banyak sistem telekomunikasi yang digambarkan sebagai sistem yang digerakkan transaksi, karena begitu transaksi dimasukkan ke dalam sistem, transaksi itu langsung diproses. Dalam banyak hal pemrosesan ini merupakan pemrosesan interaktif di mana orang "mengkonversi" dengan komputer untuk memproses transaksi.
    
    2.   lntegrasi Data
Integrasi data menempatkan semua data yang menyangkut satu satuan pemrosesan (misalnya, pelanggan, karyawan, rekanan, dan lain-lain) ke dalam satu record pemrosesan data. Sistem pemerosesan data didesain untuk menangani suatu fungsi tertentu.
Sejalan dengan semakin berkembangnya teknologi pengolahan data, sistem ini menjadi semakin terintegrasi. Hasil dari suatu sistem disimpan pada pita. Kemudian pita ini dimasukkan ke dalam sistem berikutnya, yang menggunakan pita itu sebagai input. Hal ini telah menyebabkan beberapa organisasi menyimpan semua data yang menyangkut satu pelanggan ke dalam satu record. Ini berarti bahwa semua data yang berkaitan dengan satu satuan akuntansi (misalnya pelanggan, karyawan, dan lain-lain) diintegrasikan ke dalam satu database. Kemudian semua fungsi yang berkaitan diproses bersama dengan data tersebut. Keunggulannya adalah bahwa data hanya diproses sekali saja. sedangkan kelemahannya adalah sebagian pengecekan dan saldo normal yang telah ada karena data dicatat dua kali atau lebih, tidak akan terlihat lagi. Jadi, jika mula-mula data dicatat secara salah, maka banyak penggunaan data itu akan dipengaruhi oleh pencatatan yang tidak akurat.


    3.   Prakarsa Transaksi secara Otomatis
            Dalam sistem manual dan sistem yang dikomputerisasi terdahulu, transaksi harus disahkan oleh para petugas atau para penyedia sebelum diproses. Ini berarti bahwa sebelum pesanan dikirim atau uang ditransfer, seseorang harus mengesahkan transaksi itu terlebih dahulu. Sejalan dengan semakin terintegrasi dan semakin rumitnya sistem komputer, tamanya waktu antara masuknya suatu transaksi ke dalam sistem komputer dan pencatatan output semakin bertambah.
Selama siklus pemrosesan transaksi yang meningkat, sistem yang dikomputerisasi itulah yang memprakarsai transaksi.  Karena kerumitan dan ukuran komputer terus berkembang, maka jumlah transaksi yang diprakarsai secara otomatis ini akan meningkat pula. Pengecekan dan saldo yang ada dalam sistem manual, atau dalam segmen manual sistem komputer untuk memverifikasi keaslian transaksi, tidak ada lagi pada saat aplikasi yang dikomputerisasi memprakarsai transaksi itu. Manipulasi dan potensi berulangnya kesalahan tetap ada dalam hal ini, kecuali jika terdapat pengendalian yang memadai.
    
    4.   Jejak Audit Sementara
Sistem manual dan sistem komputer terdahulu tetap menyimpan jejak audit yang lengkap. Selama siklus proses,pada beberapatempat terdapat atau di buat dokumen-dokumen hard copy dari system computer. Perkembangan telokomunikasi, integritas data, dan pembentukan transaksi otomatis telah mengubah karakter dan lingkup jejak audit.



                                                                   II.        Implikasi Sistem EDP Maju
Dampak pengolahan data pada kegiatari bisnis baru mulai terasa. Karakteristik sistem EDP Maju yang baru saja diuraikan menunjukkan adanya kebutuhan untuk menyusun kembali Konsep pengendalian dan audit. Manajemen harus siap untuk membiayai proses pengendalian ini pada saat yang sama ketika mereka membiayai sistem komputer yang baru.
Pendekatan dan teknik yang dewasa ini digunakan oleh banyak auditor tidak lagi efektif dalam suatu lingkungan EDP maju. Auditing tengah bergeser dari pendekatan manual Menuju ke penggunaan komputer sebagai suatu alat



  III.        Karakteristik Auditing EDP
Sebelum menguraikan teknik-teknik audit tertentu, kiranya perlu membahas beberapa aspek yang berbeda-beda dari teknik-teknik tersebut. Para auditor harus mempertimbangkan hal-hal berikut dalam pemilihan teknik untuk memenuhi tujuan audit tertentu:
·         Tujuan teknik
·         Tipe data di mana teknik itu dioperasikan
·         Siapa yang mensuplai (memasok) teknik audit
Karena begitu besarnya kemampuan teknik audit maju itu, maka teknik-teknik tersebut dapat digunakan oleh para auditor internal, auditor eksternal, kelompok auditor, manajer, atau personel pengendalian.
    
   1.   Tujuan Teknik
Berikut ini tampak enam tujuan umum untuk teknik-teknik audit EDP yang maju. Tujuan-tujuan ini tidak sama pentingnya dengan fungsi audit. tujuan 3 sampai 6 cenderung dilaksanakan terutama oleh auditor intemal.
1.      Tes ketaatan: untuk memastikan apakah sistem dilaksanakan sesuai dengan kebijakan dan prosedur organisasi atau tidak.
2.       Tes substantif: untuk memastikan apakah saldo-saldo perkiraan telah mencerminkan Dengan secukupnya jumlah-jumlah pada perkiraan-perkiraan organisasi atau tidak.
3.      Reviu prestasi sistem: untuk memastikan bahwa sistem tersebut memanfaatkan sumber daya komputer dengan menggunakan sumber daya komputer dengan cara yang paling efektif.
4.      Perluas jejak audit: menambah data yang belum ada dalam jejak audit sistem.
5.      Verifikasi program yang benar yang sedang digunakan: teknik-teknik untuk memastikan bahwa sistem yang digunakan merupakan sistem yang harus digunakan; dan hanya berisikan rutin-rutin yang sah saja.
6.      Perencanaan dan pengendalian audit: menyediakan data untuk perencanaan audit atau untuk mengendalikan proses audit.


    2.   Data yang Digunakan
Ada tiga tipe data yang dapat digunakan dengan teknik audit EDP yang maju: data hidup (live data), data historis, dan data tes. Penggunaan data hidup secara tidak langsung berarti bahwa audit dilaksanakan pada saat suatu transaksi diproses. Audit data historis adalah menganalisis transaksi pada saat setelah  data itu diproses. Data tes digunakan untuk memverifikasi ketaatan terhadap kebijakan dan prosedur dengan mengoperasikan tes tersebut pada sistem aplikasi computer.
    
    3.   Kemampuan yang Tersedia
Sementara beberapa teknik maju disediakan untuk auditor (yaitu, diperoleh secara eksklusif untuk digunakan auditor), yang lainnya diperoleh dari sumber lain. Dalam banyak hal para rekanan komputer menyediakan teknik-teknik yang bermanfaat bagi tujuan audit sebagai bagian dari software sistem operasi mereka. Dalam hal lain, para rekanan software memasok mereka atau para pemrogram software di kantor auditor mengembangkan rutin-rutin untuk kepentingan pengendalian yang kemudian dapat digunakan oleh para auditor untuk kepentingan audit.


                 IV.        Teknik-Teknik Audit Maju

Para auditor menggunakan dan terus mengembangkan teknik-tekrik baru untuk mengaudit sistem komputer. Teknik-teknik ini didasari untuk memenuhi karakteristik sistem komputer. Teknik-teknik yang diuraikan dalam bab ini tidak mendalam sifatnya tetapi hanya sekedar menyajikan teknik-teknik yang biasa digunakan.
Teknik-teknik auditing yang sudah maju itu merupakan teknik-teknik yang ditemukan dalam studi dua tahun yang disponsori oleh The Institute of Internal Auditor dan dibiayai oleh International Business Machines Corporation. Studi mengenai Auditabilitas dan Pengendalian Sistem mencoba untuk mengidentifikasi praktek-praktek yang digunakan para auditor untuk meniliai aplikasi bisnis yang dikomputerisasi. Teknik-teknik yang diidentifikasi tersebut dibagi ke dalam kategori-kategori berikut:
·         Teknik-teknik untuk perencanaan dan pengelolaan audit - Kategori ini meliputi dua jenis alat dan teknik audit internal: pertama, teknik-teknik yang digunakan guna mengevaluasi sistem aplikasi untuk disertakan dalam rencana audit internal saat ini; dan kedua, teknik-teknik yang dapat memberikan kemampuan khusus audit EDP bagi staf audit internal.
·         Teknik-teknik untuk mengetes pengendalian program aplikasi computer – Kategori alat dan teknik audit EDP ini digunakan untuk mengetes rutin-rutin penghitungan, program, atau keseluruhan aplikasi untuk mengevaluasi pengendalian atau memverifikasi kecermatan pemrosesan dan ketaatan yang kontinu terhadap prosedur-prosedur pemrosesan tertentu. teknik-teknik ini digunakan baik untuk evaluasi pengendalian system aplikasi maupun untuk tes ketaatan.
·         Teknik-teknik untuk memilih dan memantau transaksi pengolahan data -AIat dan teknik audit pengolahan data yang digunakan untuk memilih dan mengambil data produksi untuk audit manual berikutnya dan verifikasi, termasuk dalam klasifikasi ini. Teknik-teknik ini digunakan khususnya untuk memantau aktivitas produksi dan memilih sampel sebagai bagian dari kegiatan audit yang kontinu dalam proses produksi normal. Kriteria pemilihan biasanya merupakan parameter yang dikendalikan dan menggunakan tes kisar (range tests), teknik penggunaan sampel, atau kondisi kesalahan untuk mendapatkan record yang akan dievaluasi kemudian oleh auditor internal Teknik-teknik ini digunakan dalam tes ketaatan untuk memantau pemrosesan transaksi dan untuk memilih data guna verifikasi. Kategori ini mencakup program pemilihan transaksi input, yang bebas dari program sistem aplikasi, modul-modul audit yang tertanam dalam sistem aplikasi, dan teknik record yang diperluas.
·         Teknik-teknik untuk verifikasi data - Alat dan teknik audit pengolahan data, seperti software audit yang digeneralisasi, termasuk dalam kategori ini. Teknik-teknik ini digunakan setelah pemrosesan produksi untuk memilih data dari file berdasarkan persyaratan logis atau penggunaan sampel statistik, menjumlah dan menghitung saldo file atau seksi-seksi logis file, seperti organisasi divisional atau kelompok-kelompok perkiraan, menyaring file untuk mencari nilai yang menyimpang, data yang hilang, atau ayat-ayat pembukuan berganda, atau memformat laporan untuk digunakan dalam audit. Dalam hal ini termasuk teknik pembuatan model (modeling) yang digunakan untuk mengevaluasi saldo-saldo perkiraan
·         Teknik-teknik untuk menganalisis program aplikasi komputer – Alat dan teknik audit pengolahan data yang digunakan untuk mengevaluasi logika pengolahan dan prosedur internal pada program-program aplikasi, sistem program, dan JCL (Job Control Language = Bahasa Pengendalian Pekerjaan dalam seksi ini. Teknik-teknik ini digunakan selama pengembangan sistem aplikasi dan juga selama tes ketaatan pasca implementasi periodik. Di sini tercakup snapshot (pemotretan cepat), penelusuran, pemetaan, dan alat-alat pembuatan bagan arus (flowcharting).
·         Teknik-teknik untuk mengaudit pusat jasa komputer - Teknik-teknik audit intenal yang didokumentasikan selama wawancara lapangan yang digunakan untuk mengevaluasi dan memverifikasi pengendalian-pengendalian umum di pusat jasa computer.
·         Teknik-teknik untuk mengaudit pengembangan sistem aplikasi - dalam kategori ini, disajikan lima teknik audit yang bermanfaat bagi para auditor internal dalam mereviu pengendalian yang mengarahkan pengembangan system aplikasi.
Berikut ini adalah kriteria yang harus dipertimbangkan seorang auditor dalam pemilihan suatu teknik:
      A.     Pilihlah tekrrik yang dapat memenuhi tujuan audit.
      B.     Pilihlah teknik dimana auditor terlatih dan memiliki latar belakang yang diperlukan.
      C.     Pertimbangkanlah teknik-teknik yang untuknya tersedia waktu yang sesuai.  
      D.    Dayagunakan teknik yang sesuai dengan kemampuan yang ada dalam organisasi.


   1.   Teknik-Teknik Perencanaan Dan Manajemen

a.   Pemilihan Bidang Audit
Ada lima teknik audit yang sudah maju ini. Pemilihan bidang audit merupakan teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi bidang-bidang yang beresiko tinggi di antara unit-unit pemrosesan yang sama seperti wilayah penjualan.

b.   Simulasi Dan Pemodelan (Modeling)
ini merupakan teknik lain yang digunakan untuk memilih bidang-bidang beresiko tinggi dan efektif untuk digunakan bagi satu bidang saja. Suatu bidang pemrosesan disimulasikan dengan menggunakan suatu model, juga dengan menggunakan indikator-indikator kunci.

c.    Pemberian Nilai (Scoring)
Pemberian nilai merupakan teknik yang membantu auditor memilih bidang-bidang berisiko tinggi di antara sistem atau aktivitas yang tidak sama. Sementara pemilihan bidang audit memerlukan aktivitas yang sama, seperti unit-unit penjualan, pusat distribusi, dan sebagainya, pemberian nilai memembandingkan unit-unit yang tidak sama. Pemberian nilai menggunakan karakteristik-karakteristik pengukuran eksternal.

d.   Software Audit Multisite
Teknik ini menstandardisasi proses audit untuk lokasi-lokasi yang serupa. Telarik ini memerlukan aktivitas atau lokasi dengan fungsi-fungsi yang sama, misalnya bank cabang, pusat distribusi, dan sebagainya, yang menggunakan sistem komputer yang sama Staf audit menyiapkan progrilm dan paket komputer yang dapat dioperasikan pada fungsi system komputer yang biasa. Hal demikian akan memungkinkan teknik-teknik otomatis yang dikembangkan di muka dapat digunakan oleh auditor dengan hanya sedikit keahlian komputer.

e.   Pusat Kompetensi
Pusat kompetensi (competency center) merupakan suatu badan yang terpusat dari mereka yang memiliki keahlian komputer untuk membantu para auditor keuangan dalam melaksanakan audit atas aplikasi komputer. Tugas-tugas yang dilaksanakan oleh mereka yang berada di pusat kompetensi mencakup penulisan program untuk melaksanakan analisis data, reviu pengendalian dalam aplikasi yang dikomputerisasi; dan pengevaluasian kertas kerja auditor keuangan.



    2.   Teknik Pengujian Pengendalian Program Aplikasi Komputer

a.   Metode Tes Data
Teknik audit yang sudah maju ini ada tiga Data tes merupakan suatu transaksi yang disimulasi yang dapat diproses melalui suatu sistem komputer untuk menentukan apakah transaksi hidup dari tipe yang sama akan diproses dengan cermat, dan yang tidak layak dapat diidentifikasi dan ditolak. Teknik-teknik ini menentukan apakah aturan-aturan pro gram komputer (yaitu, instruksi komputer) telah memroses data dengan akurat dan apakah pengendalian-pengendalian dalam sistem itu dapat mencegah diperolehnya hasil-hasil yang tidak tepat, seperti cek gaji dan upah yang jauh lebih besar daripada yang biasa. Akan tetapi, penggunaan data tes tak dapat dianggap sebagai suatu audit sistem komputer yang lengkap.

b.   Evaluasi Sistem Kasus Dasar
Kasus dasar (base case) adalah seperangkat data tes yang mendalam. Data tes memverifikasi satu transaksi mja Dengan demikian, kasus dasar hanya mengetes sejumlah kondisi yang terbatas.

c.    Operasi Paralel
Operasi paralel digunakan untuk mengetes suatu aplikasi komputer yang baru saja diubah. Aplikasi ini dilaksanakan dengan menggunakan sistem yang baru ataupun yang lama dan hasil-hasilnya dibandingkan. Kegunaannya terutama untuk memberikan jaminan bahwa sistem yang baru telah berfungsi dengan baik. Kelemahan utama operasi paralel adalah bahwa jika jumlah perubahan itu ternyata cukup besar, maka pembandingan sistem yang lama dengan yang baru akan memakan biaya yang lebih besar dari nilai yang diperoleh dari teknik ini.



   3.   Fasilitas Tes Terpadu
Fasilitas tes terpadu merupakan satu-satunya teknik audit maju yang memungkinkan auditor memasukkan data tes ke dalam operasi komputer hidup untuk memverifikasi kebenaran pemrosesan. Data tersebut dimasukkan ke dalam sistem seolah-olah merupakan bagian dari suatu transaksi hidup dan kemudian diproses melalui sistem sesuai dengan aturan-aturan sistem. Hasil dari transaksi itu harus dipisahkan dari record akuntansi organisasi sebelum dicatat dalam buku perkiraan organisasi.
Dalam sistem gaji dan upah dapat dibuat suatu departemen khusus, kartu jam kerja dimasukkan untuk karyawan-karyawan tiruannya, dan cek ditarik untuk para karyawan tersebut sebagai bagian dari sistem gaji dan upah. Jelas, kebijakan yang harus digunakan tergantung pada biaya produk yang dikeluarkan dan risiko adanya instrumen-instrumen yang dapat diperdagangkan yang dihasilkan untuk tujuan tes.
Fasilitas tes terpadu dapat disamakan dengan fungsi pengendalian kualitas dalam suatu lingkungan produk. Dalam pengendalian kualitas, pemakaian produk organisasi (dalam suatu fungsi) bukanlah hal yang tidak biasa. Jadi, bukanlah hal yang luar biasa bagi auditor untuk memakai produk perusahaan dalam pengujian lingkungan pengolahan data.
Aspek yang penting dan sulit dari fasilitas tes terpadu adalah pemisahan transaksi-transaksi tes pada beberapa tempat selama proses. Beberapa organisasi telah melaksanakan hal ini dengan menyelipkan rutin-rutin khusus ke dalam progam-program aplikasi untuk mengeluarkan transaksi tes. Organisasi lain telah melaksanakannya dengan membiarkan arus transaksi mengalir seluruhnya melewati sistem dan kemudian meminta auditor internal membuat ayat-ayat penyesuaian. Dalam kedua kasus itu, hasil-hasil pemrosesan fasilitas tes terpadu diakumulasikan dalam suatu perkiraan khusus. Ini bisa berupa nomor perkiraan pelanggan, suatu departemen khusus yang ditetapkan untuk penggunaan fasilitas tes terpadu, atau entitas akuntansi yang khas lainnya. Penting kiranya agar transaksi itu dikonsolidasikan ke dalam satu perkiraan untuk memudahkan pemisahannya dari pembukuan organisasi.


    4.   Simulasi Paralel
Sebagian besar teknik pengolahan data yang sudah maju paling cocok digunakan untuk mengetes ketaatan karena konsisten dengan komputer-komputer yang merupakan aturan-aturan sistem. Adalah logis untuk mengasumsikan bahwa jika auditor telah memastikan suatu aturan spesifik telah diterapkan dengan benar, komputer akan terus menerapkan aturan itu dengan benar, dengan mengasumsikan bahwa program-program itu tetap tidak berubah.
Simulasi merupakan teknik audit yang sasarannya adalah tes substantif. Ini merupakan satu-satunya teknik audit yang sudah maju di mana simulasi dilaksanakan untuk memrosesulang seluruh atau sebagian aplikasi komputer tertentu dan kemudian membandingkan hasil simulasi itu dengan hasil pemrosesan normal perusahaan. Akan tetapi, karena biaya penerapan simulasi sepenuhnya adalah tinggi, auditor biasanya hanya mensimulasikan segmen-segmen aplikasi tertentu saja.  Untuk menerapkan teknik tersebut, auditor mempelajari aturan-aturan pemrosesan dan kemudian menulis program yang akan dilaksanakan sesuai dengan aturan-aturan. Program yang disimulasikan ini seringkali ditulis dalam bahasa software audit.



    5.   Pemilihan dan Pemantauan Teknik-teknik Transaksi Pengolahan 
        Data

a.   Pemilihan Transaksi
Ada tiga macam teknik audit maju dalam hal ini. Pemilihan transaksi (transaction selection) menyediakan transaksi- transaksi dari sistem operasional yang dipilih menurut kriteria yang ditetapkan lebih dulu bagi auditor dan diserahkan berdasarkan real-time. Pemberitahuan secara real-time (pada saat yang sebenarnya) secara tidak langsung berarti bahwa auditor mengetahui transaksi-transaksi yang diminta, segera setelah transaksi itu terjadi. Pada mulanya, auditor akan memeriksa sekelompok transaksi dan dalam proses pemeriksaan itu dicari transaksi-transaksi yang disangsikan atau tidak biasa. Ini merupakan suatu proses untung-untungan. Pemberitahuan secara real-time akan memungkinkan auditor memusatkan usahanya pada transaksi-transaksi yang disangsikan atau yang tidak biasa ini.
kriteria pemilihan transaksi untuk kepentingan audit diberi kode dan diselipkan ke dalam sistem aplikasi. Rutin-rutin pemilihan ini harus dioperasikan secara independen dari program sistem aplikasi. Pemberitahuan dengan cara real-time akan dihubungkan pada sistem aplikasi dengan interaksi sistem operasi. Auditor diberi suatu daftar transaksi yang disangsikan segera setelah sistem aplikasi beroperasi, atau dalam kasus sistem online, secara periodik. Setelah daftar itu diterima, auditor dapat mengikuti transaksi-transaksi yang disangsikan itu atau dapat mengarahkarr kelompok pengendali untuk melakukan pemeriksaan dan menyerahkan hasil pemeriksaan itu kepada auditor.

b.   Pengumpulan Data Audit Tersimpan
Komputer dapat memberi bantuan kepada auditor dengan suatu alat untuk memantau operasi secara kontinu. Log (catatan) audit merupakan mekanisme pencatatan hasil-hasil observasi itu. Pemberitahuan real-time merupakan suatu teknik yang berorientasi ke sistem, sedangkan log audit merupakan suatu teknik untuk menganalisis keseluruhan operasi pengolahan data.
Log audit bisa berupa pita atau disk khusus yang digunakan untuk mencatat transaksi. Log atau disk ini disediakan bagi auditor untuk tujuan analisis. Pada saat-saat tertentu auditor mencatat atau membuat analisis yang dikomputerisasi dari data yang terdapat dalam log ini untuk diselidiki lebih lanjut.
Tipe data yang dapat dikumpulkan pada log audit adalah:
·         Usaha penolakan kata sandi
·         Akses yang tidak sah ke suatu file data
·         Pendayagunaan ciri penolakan system
·         Penggunaan ciri penolakan hardware
·         Usaha mengakses file log audit
Teknik ini paling cocok digunakan sebagai tes ketaatan meskipun dapat juga digunakan sebagai tes substantif dalam situasi tertentu. Sebagai contoh, log audit dapat digunakan untuk memilih seluruh transaksi kredit pada suatu sistem aplikasi spesifik. Dewasa ini, log audit harus didesain oleh organisasi, karena itu akan cukup mahal untuk mengembangkan dan mengoperasikannya.

c.    Record yang Diperluas
Jejak audit dalam sebagian besar aplikasi sistem komputer organisasi tidak selalu lengkap. Ketidaklengkapan ini disebabkan ketidaksediaan untuk mengeluarkan dana guna memelihara seluruh data jejak audit atau karena tidak memikirkan secara mendalam apa yang diperlukan untuk tujuan jejak audit. Biasanya yang terakhir inilah yang benar. Teknik record yang diperlukan memperluas record historis suatu aplikasi komputer dengan unsur-unsur data yang diperlukan untuk melengkapi jejak audit.
Pada sebagian besar aplikasi komputer, serangkaian keputusan dibuat berdasarkan aturan. Sayangnya, dalam hal ini selalu lebih banyak kondisi yang terjadi daripada aturan yang dapat dikembangkan untuk menanggulanginya. Untuk kasus yang tak terungkap ini, keputusan yang salah banyak diambil. Untuk transaksi ini sulit sekali membuat jejak auditnya. Auditor harus dilibatkan dalam proses pemikiran jejak audit selama tahap pengembangan sistem aplikasi komputer.
Contoh dari beberapa tipe informasi yang biasanya tidak disimpan adalah:
·         Individu yang mengesahkan penolakan harga
·         Nama penyelia yang mengesahkan izin absensi karyawan
·         Data input yang ditolak untuk koreksi manual
Penambahan tipe informasi ini pada record historis suatu sistem aplikasi akan dapat melengkapi jejak audit. Dalam hal ini disarankan agar auditor dapat bekerja dengan petugas sistem secara periodik untuk memastikan kelengkapan jejak audit.

    6.   Verifikasi
Ada tiga teknik audit yang sudah maju ini.

a.   Software Audit yang Digeneralisasi
Bahasa audit adalah bahasa pemrograman komputer yang diorientasikan pada perbendaharaan kata dan kebutuhan auditor. Semuanya diorientasikan untuk mengintisarikan data dari file dan menaruh data itu ke dalam format laporan. Bagian penghitungan dari bahasa tersebut melaksanakan fungsi audit tradisional berupa seleksi, stratifikasi, penjumlahan ke bawah, penjumlahan ke samping, dan sebagian besar operasi matematis. Bahasa ini juga memberikan kemampuan untuk menarik Sampel statistik dari suatu file data.
Bahasa audit merupakan teknik audit yang paling luas digunakan untuk sistem EDP yang ada dewasa ini. Bahasa ini ditawarkan oleh sebagian besar kantor akuntan yang terkemuka, dan juga beberapa rekanan independen yang mengkhususkan diri pada auditing EDP. AICPA tengah berusaha mengembangkan bahasa software audit yang umum dan akan diimplementasikan oleh para rekanan komputer. Bahasa ini selanjutnya akan disediakan bagi semua auditor untuk digunakan pada sebagian besar sistem hardware komputer. Satu kelemahan yang terdapat pada banyak bahasa software audit dewasa ini adalah bahwa semuanya diimplementasikan hanya untuk peralatan IBM.

b.   Software Audit Terminal
Software audit terminal merupakan software audit yang digeneralisasi dan dilaksanakan dengan menggunakan terminal komputer. Sementara software audit yang digeneralisasi mensyaratkan agar auditor menyusun program dengan menggunakan proses iteratif, software audit terminal banyak mengurangi waktu yang diperlukan. Perbedaannya adalah bahwa dalam software audit, terminal auditor dapat mengurangi banyak waktu penyusunan dan pelaksanaan suatu program dengan menggunakan terminal komputer.

c.    Program Audit Bertujuan Khusus
Software audit yang digeneralisasi adalah suatu bahasa komputer yang diorientasikan pada perbendaharaan kata dan kebutuhan auditor. Lebih banyak lagi bahasa computer yang digeneralisasi dan tidak didesain untuk suatu latar-belakang tertentu atau disiplin tertentu. Ada kalanya program audit bertujuan khusus ini ditulis karena tujuan-tujuan tersebut tak dapat dicapai dengan menggunakan bahasa software audit yang digeneralisasi, sementara pada masalah lain auditor tidak memiliki paket software audit generalisasi yang tersedia. Selain itu, hanya sedikit saja organisasi yang yakin bahwa para auditor mereka harus menulis dalam bahasa yang sama dengan yang digunakan oleh para petugas pengolahan data.



    7.   Analisis Teknik Program Komputer
Teknik audit yang sudah maju ini ada empat.

a.   Snapshot (Pemotretan Cepat)
Tes operasi oleh auditor melibatkan pemrosesan transaksi melalui suatu organisasi. Hal ini akan membiasakan auditor dengan prosedur organisasi dan memungkinkannya memastikan apakah kebijakan dan prosedur organisasi telah dipatuhi. Tujuan-tujuan ini dicapai dengan mengikuti dan mengamati langkah-langkah pemrosesan yang berbeda-beda dalam suatu siklus transaksi. Akan tetapi, dalam lingkungan yang dikomputerisasi, hal ini harus dilaksanakan secara elektronik dan bukan secara manual.
Tagging adalah suatu teknik penambahan petunjuk pada suatu transaksi. Petunjuk ini atau "label" (tag) akan menunjukkan bahwa transaksi ini adalah transaksi khusus. Pada titik yang telah ditentukan oleh dulu di segenap aplikasi sistem komputer, jejak audit disusun dari arus transaksi yang "diberi label" ini yang diambil selama siklus pemrosesan. Selanjutnya auditor memperoleh laporan yang menunjukkan jejak transaksi yang diberi label ini pada saat transaksi itu mengalir melalui satu program atau lebih dalam system aplikasi.
Teknik tagging berguna untuk melaksanakan tes ketaatan. Auditor akan mengamati bagian program mana yang dilaksanakan dan, karena itu, dapat menetapkan. prosedur-prosedur mana yang dilaksanakan selama siklus pemrosesan. Auditor harus menganalisis jejak yang diperoleh melalui teknik tagging untuk menentukan apakah kebijakan dan prosedur organisasi ditaati atau tidak. Teknik ini dilaksanakan atas transaksi hidup pada saat diproses melalui sistem aplikasi.

b.   Penelusuran dan Pemetaan Manual
Penelusuran (tracing) dan pemetaan (mapping) manual memberikan kemampuan yang sama seperti penelusuran dan pemetaan dengan bantuan komputer. Alasan mengapa banyak auditor yang tidak menelusuri transaksi secara manual, atau memetakan program secara manual, adalah karena cara itu banyak memakan waktu. Dengan demikian, manfaat nya tidak dapat menutup biayanya. Akan tetapi, jika dilaksanakan pada komputer, biaya pelaksanaan teknik ini biasanya akan sangat berkurang.

c.    Penelusuran dan Pemetaan dengan Bantuan Komputer
Penelusuran dengan bantuan komputer menggunakan operasi pemrograman khusus agar dapat dihasilkan suatu cetakan dari jalur yang dilalui suatu program komputer untuk memroses transaksi spesifik. Pada saat penelusuran dilaksanakan, pihak yang menggunakan teknik itu akan menerima daftar dari setiap pernyataan atau program yang dilaksanakan, bersamaan dengan seluruh masalah di mana logika ditransfer dari satu pernyataan atau instruksi ke pernyataan atau instruksi lainnya. Teknik ini mahal untuk digunakan karena waktu komputer dan waktu auditor yang diperlukan untuk melaksanakan analisis yang perlu. Jadi, teknik ini harus digunakan seperlunya saja untuk mereviu kode dan pelaksanaan yang terinci.

Pemetaan dengan bantuan komputer menunjukkan bagian-bagian program mana yang dapat dimasukkan selama pelaksanaan program itu. Teknik ini akan dapat memetakan bagian-bagian program komputer yang fungsional, dan menunjukkan bagian-bagian program mana yang tak dapat dilaksanakan. Hal ini akan dapat membantu mengisolasikan kode komputer yang tidak digunakan dan dalam mengisolasikan segmen-segmen kode potensial yang dapat diaktifkan untuk tujuan yang tidak sah.

d.   Pembuatan Bagan Arus Pengendalian
Pembuatan bagan arus (flowcharting) pengendalian merupakan suatu teknik yang menunjukkan pengendalian-pengendalian apa yang mengatur pemrosesan transaksi. Teknik tersebut menelusuri arus transaksi melalui aplikasi bisnis yang dikomputerisasi (baik bagian manual maupun yang dikomputerisasi) dengan menunjukkan pada titik mana transaksi- transaksi itu harus dikendalikan.



    8.   Teknik-Teknik Pusat Jasa Komputer
Teknik audit yang sudah maju ini ada tiga.

a.   Analisis Data Akuntansi Pekerjaan
Pemantauan (monitoring) merupakan penggunaan hardware dan/atau software untuk mereviu berfungsinya suatu sistem komputer. Pemantauan terutama digunakan oleh personel sistem pengolahan data untuk meningkatkan efisiensi operasi komputer mereka. Akan tetapi, auditor dapat juga menggunakan data ini untuk mereviu aktivitas sistem.
Alat pemantau hardware dan software memberikan aktivitas sistem dalam bidang- bidang berikut:
·         Penggunaan waktu CPU internal
·         Penggunaan kemampuan hardware
·         Akses ke file data
·         Aktivitas komunikasi
·         Penggunaan sumber daya komputer dan siapa yang menggunakan sumber daya itu
Alat pemantau hardware dan software memberikan data mengenai berfungsinya system komputer. Auditor dapat menggunakan alat pemantau hardware dan/atau software untuk melakukan audit prestasi. Auditor juga dapat menggunakan alat pemantau itu untuk melihat adanya akses yang tidak sahih ke data dan penggunaan sumber daya komputer secara tidak sahih. Tujuan pemantau adalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai siapa yang menggunakan sumber daya itu dan sampai seberapa jauh tingkat efisiensi penggunaannya. Hasil-hasilnya digunakan untuk membebani pemakai atas porsi pemakaian sumber daya komputer dan dapat digunakan untuk menganalisis efisiensi progtam atau aplikasi spesifik. Pemantau juga dapat menunjukkan upaya pengerusakan mekanisme perlindungan kata sandi (password).

b.   Pedoman Audit
Pedoman audit merupakan pendekatan yang dibakukan untuk audit. Dalam aplikasi yangdikomputerisasi, pedoman audit digunakan untuk menilai kecukupan pengendalian dalam aplikasi yang dikomputerisasi, untuk mengevaluasi pengendalian di dalam pusat komputer, perpustakaan data, dan bidang-bidang pendukung lainnya, dan untuk menilai kecukupan pengendalian umum atas lingkungan komputer. Banyak pedoman audit ydng dipublikasikan bersifat umum dan perlu diterapkan pada situasi audit tertentu. Auditor disarankan untuk menggunakannya sebagai suatu pedoman dan bukan sebagai satu-satunya dasar untuk melaksanakan audit yang lengkap. Keunggulan pedoman audit adalah bahwa pedoman itu membantu auditor mereviu semua bidang yang berkaitan dan reviunya konsisten. Pedoman audit juga dapat digunakan oleh manajemen audit untuk menilai kecukupan audit. Kelemahannya adalah bahwa ada kemungkinan timbulnya kesalahan dalam penafsiran mengenai peranan dan makna pertanyaan-pertanyaan serta prosedur-prosedur dalam pedoman audit, dan bahwa auditor mungkin terlalu mengandaikannya dan tidak menggunakan pertimbangan (judgment) yang cukup dalam melaksanakan audit.

c.    Tes Kerusakan
Sejalan dengan semakin terpadunya aplikasi yang dikomputerisasi ke dalam pemrosesan sehari-hari dari suatu organisasi, semakin meningkat pula pengandalan pada sistem itu. Oleh karena itu, organisasi telah mengembangkan prosedur-prosedur yang rumit untuk memulai kembali dan memulihkan kegiatan setelah terjadinya kerusakan. Sayangnya, hanya sedikit organisasi yang pernah melakukan tes atas prosedur-prosedur ini. Beberapa alasan mengapa mereka tidak mengetesnya adalah karena tidak tersedianya waktu komputer yang cukup, atau adanya anggapan bahwa prosedur-prosedur itu telah dipikirkan masak-masak sehingga tak perlu dites lagi. Tes kerusakan adalah suatu cara untuk memastikan apakah prosedur-prosedur kerusakan telah bekerja. Untuk menggunakan teknik ini, seorang auditor memasuki ruang komputer tanpa pemberitahuan lebih dulu dan memberi tahu manajer pengolahan data bahwa telah terjadi kerusakan simulasi. Biasanya auditor akan memilih satu aplikasi saja.



    9.   Teknik-teknik Pengembangan Sistem Aplikasi
Teknik audit yang sudah maju ini ada lima macam:

a.   Audit Pasca Instalasi (Postinstallation Audit)
Selama pengembangan suatu aplikasi yang baru, sistem disusun sesuai dengan spesifikasi pemakai. .Audit pasca instalasi menilai apakah aplikasi operasional telah memenuhi spesifikasi. Hal ini mensyaratkan agar spesifikasi pengendalian didokumentasikan dan dapat diukur.

b.   Pedoman Pengendalian untuk Digunakan Selama Pengembangan Sistem
Salah satu kesulitan besar yang dihadapi organisasi dalam penilaian pengendalian adalah adanya keragaman metode untuk menerapkan pengendalian. Tanpa pedoman, para pendesain sistem dapat mendesain dan menerapkan pengendalian-pengendalian yang mereka anggap perlu, dan dengan cara yang mereka anggap paling mudah untuk diterapkan atau paling bermanfaat bagi pemakai. Hal ini mengakibatkan timbulnya bermacam-macam pendekatan yang sulit untuk dipertahankan dan dinilai. Pedoman pengendalian merumuskan tipe-tipe pengendalian yang diperlukan dan sering juga mencakup metode implementasinya.

c.    Siklus Usia Pengembangan Sistem
Siklus usia pengembangan sistem merupakan pendekatan yang teratur terhadap pengembangan aplikasi yang dikomputerisasi. Siklus usia merinci proses pengembangan sistem ke dalam segmen-segmen yang dapat diatur dan terkendali. Sebagian besar siklus usia ini mencakup:
·         Fisibilitas - Upaya penentuan apakah implementasi sistem yang baru memang bermanfaat dan efektif dipandang dari segi biayanya.
·         Desain - Pengembangan cetak biru sistem untuk konstruksi sistem. Mencakup desain data dan spesifikasi pemrosesan.
·         Pemrograman - Mencakup pengkodean, penggabungan (compiling), perakitan (assembling), dan pengetesan berbagai program di dalam sistem.
·         Pengetesan - Penilaian apakah sistem yang diimplementasikan telah memenuhi spesifikasi.
·         Operasi - Operasi nyata dari sistem baru pada komputer. Fase ini mencakup operasi manual, operasi komputer, dan pemeliharaan sistem.

d.   Kelompok Pengesahan dan Pengendalian Sistem
Kelompok pengesahan dan pengendalian sistem bertanggung jawab untuk mereviu aplikasi komputer selama proses pengembangan. Kelompok ini serupa dengan fungsi pengendalian kualitas dalam suatu pabrik. Tanggung jawab mereka adalah menetapkan bahwa pedoman dan standar organisasi diikuti, bahwa sistem dikembangkan sesuai dengan prosedur pengembangan, dan bahwa kebutuhan dan ketentuan pemakai telah dipenuhi. Biasanya analis sistem senior melaksanakan fungsi ini, yang juga disebut kelompok penjamin kualitas atau kelompok penjamin sistem.

e.   Pembandingan Kode
Masalah yang sulit bagi auditor adalah memverifikasi bahwa yang dioperasikan dalam lingkungan produksi adalah versi program yang benar. Penggabungan kembali dan pembandingan merupakan teknik yang memungkinkan auditor melaksanakan fungsi ini. Auditor menahan atau memiliki kode sumber dari versi program yang benar. Kemudian auditor menyimpan yang telah digabungkan kembali itu ke dalam kode obyek dan membandingkannya dengan versi kode obyek dalam produksi. Jika dua versi yang dibandingkan ini sama, maka auditor yakin bahwa memang versi yang benarlah yang dipakai di dalam produksi Perbedaan-perbedaan yang ada memerlukan penyelidikan audit lebih lanjut.
Meskipun ada dua puluh delapan alat dan teknik audit EDP yang telah dibicarakan, namun hanya sedikit yang digunakan secara ekstensif. Alat dan teknik EDP yang paling banyak digunakan adalah:
Software audit yang digeneralisasi
Penelusuran dan pemetaan manual
Metode data tes
Operasi parallel

·     

BY. VENDRIAN DINATA

0 komentar:

Posting Komentar