Jumat, 04 April 2014

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INDUSTRI

BAB 1
SEJARAH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INDUSTRI

Sejarah peradaban manusia selalu berkembang terus, tetapi dalam perjalanannya masyarakat bangsa timbul dan tenggelam. Masyarakat dan budaya Hellenic, Aztec, Mesopotamia hilang; kerajaan besar Ottoman dan Austro-Hongaria yang runtuh baru 70 tahun yang lalu, sekarangpun banyak yang tidak mengenalnya; bangsa Amerika dan Jepang baru tumbuh dalam 100 tahun ini, sedangkan kerajaan besar Inggris sedang diambang senja. Kita juga mengenal jaman-jaman kejayaan kerajaan Majapahit, Sriwijaya dan lain-lain. Berbagai pendekatan dicobakan untuk menjelaskan apa yang menyebabkan masyarakat bangsa surut dan tenggelam dan apa yang membuatnya tumbuh dan kuat. Pendekatan budaya dan agama, geografi, kemeliteran, sumberdaya alam membuahkan berbagai konsepsi, akan tetapi satu yang berlaku umum adalah bahwa kemampuan inovasi dan kemampuan melakukan akumulasi secara sistematik dari inovasi itu merupakan prasyarat kekuatan.
Peradaban kuno Hellenic memberi sumbangan inovasi elemen~ elemen mesin seperti tuas, sekrup, roda gigi, yang selanjutnya menyumbangkan kokohnya kebudayaan Yunani yang bertumpu pada pertanian. Kebudayaan India dan Cina meninggalkan kita dengan teknologi pengecoran besi tuang. Kebudayaan Islam melahirkan berbagai inovasi dalam bidang kedokteran, alat ukur dan matematika. Puncak-puncak kebudayaan ini ditandai oleh inovasi teknologi yang dinyatakan dengan alat-alat yang mempermudah manusia berhadapan dengan alam, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraannya. Tetapi peradaban itu semua surut dan dengan munculnya abad pencerahan maka inovasi dalam peradaban Baratlah yang kemudian menguasai dunia, dimulai dengan penemuan alat cetak, mesin uap dan seterusnya.
Bobot dan kontribusi inovasi terhadap peradaban dan kemanusiaan diantara kedua periode tidaklah berbeda, tetapi pokok perbedaan diantara keduanya adalah pada kemampuan akumulasi secara sistematik dari inovasi, dan ini merupakan benang merah peran ilmu pengetahuan dalam inovasi teknologi. Tidak lain karena akumulasi merupakan salah satu prasyarat dari sesuatu untuk dapat disebut sebagai ilmu pengetahuan.
Kalau kita amati lebih dalam dari proses inovasi tersebut, maka dalam alam lingkungan yang demokratis dan toleran-lah penemuan (invention) dapat berkembang dan tumbuh. Tetapi invention sendiri baru merupakan setengah jalan dari inovasi. Pada waktu yang lalu di jaman Yunani Kuno atau Babylonia, invention didapatkan oleh para intelektual yang berpikir maju dan konsisten. Dalam dunia modern ini invention merupakan hasil penelitian yang membutuhkan keahlian, peralatan dan biaya yang besar. Seperti diutarakan semula bahwa invention sendiri baru merupakan setengah jalan dari inovasi. Selanjutnya dari data-data yang kami ketahui hanya 5 - 10% saja dari hasil invention yang benar-benar bisa memasuki pasar dan berhasil.
Inovasi teknologi pada dewasa ini, merupakan hasil perpaduan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Hampir tidak ada teknologi yang bersumber hanya dari satu disiplin ilmu pengetahuan saja. Dan ini membutuhkan kerja yang tekun dan konsisten serta berdisiplin dan "team-work" yang kuat.
Dalam beberapa dasawarsa terakhir ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terasa semakin cepat, khususnya sebagai akibat berkembangnya teknologi dalam bidang industri elektronika dan informatika, dimana daur hidup produk (product life cycle) semakin memendek. Disamping itu pengembangan teknologi dalam bidang tersebut yang ditandai dengan peningkatan kapasitas yang besar, peningkatan kecepatan serta daya miniaturisasi mempengaruhi pula luas ruang lingkup aplikasinya sehingga memberikan dampak yang sangat luas terhadap perkembangan di sub sektor industri lainnya serta kehidupan kita secara menyeluruh.
Oleh karenanya negara-negara industri di dunia berupaya untuk menguasai dan mengembangkan teknologi dengan meningkatkan kegiatan penelitian & pengembangan (research & development) dalam bidang teknologi manufaktur (manufacturing technology) dan teknologi produk (product technology). Pada umumnya negara industri maju menempuh langkah ini dalam rangka meningkatkan daya saing produknya atau paling tidak untuk mempertahankan daya saing produknya di/memasuki pasaran internasional. (technology pushed - production).
Di lain pihak negara-negara berkembang saat ini semakin menyadari bahwa pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bagian dari pembangunan nasionalnya, sehingga negara-negara berkembang saling berpacu dalam meningkatkan kemampuan mereka dalam menguasai dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Upaya yang mereka lakukan saat ini lebih ditekankan kepada peningkatan daya saing dalam rangka membuka akses menuju pasar internasional. (market pull production)
Sejalan dengan persaingan yang makin ketat antar industri melalui perkembangan teknologi tersebut ternyata sistem perekonomian duniapun mengalami pergeseran menuju kearah terbentuknya sistem ekonomi global. Sebagaimana kita ketahui bahwa implementasi dari sistem globalisasi ini akan terwujud melalui terbentuknya pasar tunggal baik di Amerika bagian utara, Eropa dan Asia-Pasifik. Implementasi dari sistem pasar tunggal ini disatu sisi meningkatkan volume permintaan dan menimbulkan perluasan pasar, akan tetapi disisi lain juga menuntut persaingan yang semakin ketat antar produsen dalam memasuki pasar tersebut. Dengan lain perkataan bahwa hanya produk yang kompetitif saja yang mungkin memasuki pasar tersebut untuk meraih pangsa pasarnya.
Globalisasi sistem perekonomian tersebut mau tidak mau akan memberikan dampak tersendiri dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat dan canggih tadi. Dengan demikian untuk menghasilkan produk yang kompetitif dari segi harga, mutu dan waktu penyerahan yang lebih populer dikenal dengan istilah "Quality, Cost and Delivery Time (QCD)" tentu memerlukan dukungan kegiatan dan fasilitas penelitian & pengembangan yang tangguh pula. Sebagai akibatnya biaya penelitian dan pengembangan semakin lama semakin mahal pula.
Oleh karena itu upaya peningkatan kegiatan penelitian dan pengembangan sebagai bagian dari upaya peningkatan kemampuan dalam penguasaan Iptek pada umumnya dan peningkatan daya saing pada khususnya telah mengarah kepada pembentukan pusat-pusat keunggulan teknologi (Center of Exellence).
Keadaan tersebut merangsang perusahaan-perusahaan besar di dunia untuk mengambil sikap menghadapi skenario baru dalam perdagangan dan pemasaran. Penggabungan (merger) dan pembelian (acquisition) antar perusahaan terus berlanjut untuk bisa mencapai kapasitas dan kemampuan yang penuh sehingga sebagai satu perusahaan bisa memiliki "massa yang cukup/critical mass" yang nantinya bisa bergulir sendiri. Massa kritis yang ingin dicapai ini meliputi besarnya pangsa pasar serta produk dan teknologi yang lengkap. Demikian pula kerjasama lainnya dalam bentuk aliansi strategis (strategic alliance) terus berkembang pada produk-produk dan teknologi canggih seperti pesawat terbang, kendaraan bermotor, semi konduktor dan lain-lain, yang pada dasarnya memerlukan baik dana maupun kemampuan teknologi yang sangat besar yang tidak dapat dipikul hanya oleh satu perusahaan ataupun tidak dapat ditunjang oleh satu negara saja.
Gejala atau kecenderungan ekonomi menuju sistim global ini ternyata memberi dampak balik terhadap kegiatan pengembangan teknologi, karena sistim tersebut mau tak mau akan menuntut dilakukannya rasionalisasi produk yang sejenis. Jika telusuri lebih mendalam maka rasionalisasi produk tersebut pada dasarnya dapat dipandang sebagai peluang ke arah peningkatan produktivitas pemanfaatan dana-dana penelitian & pengembangan (R&D) baik yang disediakan oleh pemerintah maupun oleh swasta.
Negara-negara industri maju yang telah memiliki dukungan dan prasarana litbang yang lengkap dan modern serta telah berpengalaman dan memiliki akumulasi kemampuan dalam melakukan penelitian dasar (basic research) terus saling berpacu dalam melakukan penelitian & pengembangan untuk teknologi masa yang akan datang.
Berdasarkan pengamatan kami, kecenderungan perkembangan industri di masa datang akan mengarah/terpusat pada tiga bidang utama kegiatan penelitian & pengembangan, yaitu :
- Teknologi elektronika untuk "Office Automation Industry";
- Teknologi Bioteknologi, dan - Teknologi Material
- Teknologi Material





BAB 2
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI

2.1       Perkembangan Industri Medis
Pertumbuhan Industri obat perlu diperhatikan. Harga obat yang menjadi semakin mahal dapat menjadi ancaman bagi rumahakit karena masyarakat mungkin tidak mampu untuk membelinya. Disamping itu lingkungan luar industri obat ini dapat membuat rumahsakit terjerumus pada hubungan yang tidak baik (kolusi) antara rumahsakit, dokter dan jaringan industri obat dalam konteks promosi penggunaan obat. Akibatnya biaya pengobatan rumahsakit menjadi meningkat. Dalam jangka panjang keadaan ini dapat merugikan rumahsakit. Serupa dengan industri obat, terdapat kecenderungan semakin mahalnya peralatan kedokteran. Dalam hal pembelian alat dan fasilitas kesehatan, peluang mendapatkan insentif keuangan dari proses pengadaan sarana dapat menjadi pemicu in-efisiensi di kalangan birokrasi Departemen Kesehatan dan para manajer rumah sakit.
Pengamatan menunjukkan bahwa obat semakin banyak variasinya dan harga obat semakin mahal. Teknologi kedokteran semakin meningkat dan menghasilkan berbagai alat kedokteran yang canggih. Pasien semakin menuntut pelayanan yang bermutu. Para perawat semakin mengembangkan diri. Direksi rumahsakit menggunakan berbagai konsep manajemen baru. Para dokter semakin mengembangkan diri dengan berbagai pengetahuan dan ketrampilan. Akan tetapi semuanya berujung pada perubahan bahwa pelayanan kedokteran di rumahsakit menjadi semakin mahal. Bagaimana kita menafsirkan perubahan-perubahan ini?
Salahsatu konsep untuk menafsirkan berbagai hal tersebut adalah perubahan global. Dunia (global) merupakan tatanan yang sangat dinamis. Sejarah tata dunia menunjukkan adanya pergolakan, perang antar negara, konflik antar ideologi, bangsa dan pemeluk agama. Dalam konteks perubahan tata ekonomi dunia yang mempengaruhi sektor rumahsakit, saat ini berkembang aliran yang disebut sebagai neo-liberalisme (Stiglitz 2002). Faham neo-liberalisme ini berasal dari sebuah konsensus di Washington, Amerika Serikat, yang menekankan mengenai pentingnya stabilisasi. Liberalisasi perdagangan dan privatisasi. Pandangan neo-liberalisme menganggap dunia sebagai pasar besar yang dapat dimanfaatkan oleh produsen secara efisien. Banerjee dan Linstead (2001) menyatakan bahwa globalisasi dapat menjadi jenis baru kolonialisme karena kekuatan modal negara maju akan menguasai negara sedang berkembang. Penguasaan ini dilakukan dengan melalui ketergantungan pada barang dengan cara meningkatkan konsumsi melalui berbagai promosi gaya hidup melalui iklan. Secara populer hal ini disebut sebagai konsumerisme dimana manusia adalah pasar yang harus dipengaruhi untuk membeli sesuatu. Globalisasi dapat berakibat buruk atau baik, tergantung kesiapan negara. Namun ada catatan bahwa globalisasi saat ini justru menguntungkan negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Beberapa negara di Afrika mengalami kemunduran ekonomi karena adanya perjanjian perdagangan bebas (Stiglitz 2002).
Akibat faham globalisasi ini membawa penduduk dunia yang masuk dalam World Trade Organization menjadi pasar besar, dimana penduduk Sleman di Yogyakarta bisa membeli BMW yang dibuat di Jerman, atau penduduk Brookline di Massachussets bisa membeli panci buatan Maspion Surabaya. Obat tradisional Cina dapat dibeli di London, sementara para laki-laki di Singapura dapat membeli Viagra. Dalam konteks perdagangan global ini penjual berbagai barang dan jasa berteknologi tinggi dikuasai oleh negara maju yang bebas menjual ke seluruh negara. Sektor kesehatan merupakan contoh nyata ketergantungan ini. Hampir seluruh teknologi obat dan peralatan kedokteran merupakan produk negara maju yang dikonsumsi pula oleh negara sedang berkembang dengan harga setempat yang sangat tinggi.
Berbagai teknologi medik dan konsep-konsep baru berkembang, tumbuh, dan menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru dunia yang dipacu penggunaan Internet. Isu mengenai efisiensi, produktifitas, pengembangan mutu, pemerataan pelayanan merupakan kata-kata kunci dunia yang mengenai pula sektor rumahsakit. Sistem manajemen rumahsakit di Indonesia juga terpengaruh oleh kata-kata kunci ini. Berbagai kegiatan dilakukan untuk mengembangkan sistem manajemen di rumah sakit dengan konsep-konsep yang dipakai secara universal diberbagai belahan bumi. Sistem akreditasi rumahsakit diberlakukan di Indonesia, pengembangan ilmu kedokteran banyak bertumpu pada teknologi global, dan sistem manajemen rumahsakit mengadopsi konsep-konsep global.  Pengaruh gaya hidup global ini menyebabkan sebagian profesional di negara berkembang, termasuk manajer rumahsakit, dokter dan perawat, menjadi kelompok manusia dalam tatanan sosial di masyarakat yang meluncur pada “jalur cepat selaras dengan globalisasi”.
Cara yang paling jelas bahwa ICT digunakan dalam kedokteran adalah database di masing-masing dokter bedah di mana rincian pasien disimpan.   Ini akan mencakup:
  • Nama Pasien
  • Tanggal lahir
  • Alamat
  • Pekerjaan
  • Gaya hidup
  • Terakhir kunjungan ke dokter.
Pertanyaan 7 Sarankan tiga bidang lainnya yang mungkin dimasukkan pada rekam medis pasien yang di database.                                                                                     
  ICT telah membuat dampak besar dalam pengobatan di luar dokter dan database rumah sakit.   Daerah lain yang telah melihat dampak yang substansial dari meliputi ICT:
  • Komputer mengendalikan mesin diagnostik
  • Komputer analisa data dari mesin diagnostik.   Gambar-gambar dari NMR scan cukup dimengerti sampai mereka telah diproses oleh komputer.   Sangat jelas penampang dapat dilihat, membantu besar ke dokter.   peralatan tersebut telah menunjukkan bahwa bayi yang belum lahir tersenyum dan menguap dari usia dini sangat.
  • Ahli sistem yang memungkinkan dokter untuk mengakses informasi tentang penyakit biasa.
  • Remote operasi oleh spesialis dari negara lain.
  • CD-ROM bahan untuk memungkinkan dokter junior untuk mempelajari materi baru.
  • Diagnosis melalui Internet.
Internet memiliki banyak situs hubungannya dengan masalah medis.. Orang-orang mencari informasi tentang kesehatan, gaya hidup, atau diet Banyak orang menggunakan Internet untuk mendiagnosa dan mengobati diri mereka sendiri untuk penyakit mereka.


Mereka sering mencari pengobatan alternatif, karena mereka sudah muak dengan dokter mereka dan menunggu lama untuk perawatan.. Kecil Sedikit pengetahuan adalah hal yang sangat berbahaya Orang-orang yang melakukan hal ini beresiko:
  • mendiagnosis penyakit dan perlakuan salah akibat;
  • jatuh untuk dukun obat.
  • serius dan abadi kerusakan kesehatan mereka;
  • dalam kasus yang ekstrim, kematian.

2.2 Perkembangan Teknologi Industri Media Cetak
            Perkembangan teknologi industri percetakan yang cukup signifikan bagi dunia pers terjadi pada tahun 1846 dimana ditemukan rotary press yang memungkinkan untuk mencetak kertas pada kedua sisi. Perkembangan selanjutnya dari penemuan ini adalah teknologi cetak yang dapat mencetak kertas sampai ribuan lembar per jam. Proses percetakan pada dasarnya menggunakan metode typesetting dimana huruf yang akan dicetak disusun sedemikian rupa sehingga menghasilkan hasil cetakan yang baik seperti yang diperkenalkan pertama kali oleh Gutenberg. Pada periode 1860an merupakan tahun ditemukannya litography yaitu proses percetakan dengan cetakan bahan kimia dan menggantikan metode sebelumnya, yaitu engraving. Selain itu, teknologi percetakan fotografi pun mengalami perkembangan dengan proses photoengraving yaitu dengan mencetak suatu gambar secara kimia melalui lempengan besi dengan proses fotografis. Setelah perang dunia 2, proses percetakan menggunakan offset printing dan digunakan terus sampai sekarang karena kualitas, kecepatan dan lebih ekonomis.
Publishing in the information age Memasuki periode 1960an, media cetak mengalami perubahan besar dalam proses produksi. Mesin ketik yang tadinya dipergunakan secara luas untuk menghasilkan tulisan, mulai digantikan oleh komputer. Hal ini tentu saja disertai berbagai macam pertimbangan dan salah satunya lebih ekonomis dan efisien. Melalui komputer, media cetak tidak hanya menghasilkan tulisan yang dapat diubah tanpa membuang-buang kertas namun juga dapat mengubah suatu
gambar atau foto. Hasil kerja yang berbentuk softcopy tersebut, kemudian dicetak. Selain pengaruh dari penggunaan komputer, teknologi fotokopi juga memberikan andil dimana kita dapat meng-copy suatu tulisan dengan kecepatan tinggi dan tanpa minimum order sehingga kita dapat meng-copy sesuai dengan kebutuhan. Perkembangan lain dari teknologi ini adalah inovasi atas custom publishing dimana penerbitan suatu tulisan atau buku dengan tujuan yang khusus dan hasil produksi akhirnya bukan bertujuan untuk dipasarkan secara luas namun berubah menjadi produksi untuk tujuan pesanan dari konsumen.
Ketika suatu buku dicetak, tentunya terdapat kode seri produksi buku. Melalui scanner elektronik, kode tersebut dikenali dan data penjualan langsung terkirim ke database pusat sehingga terlihat berapa besar angka penjualan buku secara langsung. E-publishing Internet telah memasuki kehidupan kita dengan sangat cepat dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan. Dampak dari internet bagi lembaga penerbitan adalah munculnya Epublishing atau penerbitan elektronik. Contoh dari E-publishing dapat kita lihat pada situs amazon.com. Situs ini menawarkan berbagai macam buku untuk dijual dan selayaknya sebuah toko, amazon.com juga menampilkan buku dalam format digital. Situs ini juga berfungsi seperti pustakawan pribadi dimana dapat memberikan rekomendasi buku yang sesuai dengan kebutuhan kita.Munculnya layanan semacam ini pada awalnya dipelopori oleh google.com yang bekerjasama dengan berbagai macam perpustakaan besar untuk melakukan konversi yaitu dengan melakukan scanning pada berbagai macam koleksi buku perpustakaan sehingga dapat dibaca dalam format digital.
Namun, teknologi ini bukannya tanpa cacat, hal ini dikarenakan buku yang dibaca melalui layar membuat mata cepat lelah dan menghabiskan listrik.Timbulnya buku elektronik tentunya menimbulkan permasalahan dalam hal standardisasi penyajian. Salah satu solusinya diperkenalkan oleh Adobe yaitu file dengan format PDF (portable document format) sehingga memudahkan dalam men-download buku melalui internet.Penerbitan elektronik tidak hanya mencakup buku saja, namun juga majalah dan surat kabar elektronik. Kita dapat mengakses kompas.com dimana berita yang terdapat di website merupakan versi digital dari yang terbit hari tersebut. Selain itu, dengan adanya teknologi seperti ini memungkinkan kita untuk menyimpan dan melindungi buku teks yang sudah tidak terbit di pasaran sehingga generasi mendatang dapat mempelajari ilmu pengetahuan dari berbagai macam sumber dan kurun waktu dalam waktu yang relatif singkat namun tetap kaya dengan sumber informasi. Newspaper production trends Newsgathering trends Dalam mencari berita, seorang jurnalis mengumpulkan berbagai macam sumber berita melalui berbagai macam alat komunikasi yang mungkin.
Pada awalnya, jurnalis mendapat dan mengirim berita dengan menggunakan pony express, kemudian ditemukan telegraf yang membuat berita menjadi lebih cepat disajikan. Telegraf kemudian berkembang digunakan dan akhirnya menghasilkan sistem pengumpulan berita dengan nama newswire dengan prinsip kerja seperti berita online sekarang.Teknologi dalam pengumpulan berita terus berkembang sampai ditemukannya telepon sehingga menurunkan ongkos produksi pengiriman berita. Telepon adalah alat komunikasi yang sangat fleksibel karena dapat digunakan hampir dimana saja selama terdapat akses. Sampai dengan saat ini, pengumpulan berita menggunakan hampir semua media yang memungkinkan seperti radio, televisi, kabel, e-mail, dan internet dengan berbagai macam fasilitas yaitu chat room, newsgroup sampai blog pribadi. Dengan munculnya berbagai macam media dan teknologi yang mendukung pekerjaan seorang jurnalis, muncullah bentuk baru dari jurnalisme yaitu backpack journalism. Backpack journalism dikenal juga sebagai pelaporan multimedia (multimedia reporting). Seorang jurnalis dalam membuat suatu liputan membawa mini DV, tape recorder dalam satu paket.
Konsekuensi dari tren ini adalah pembaca berita dapat mengetahui berita dengan lebih mendalam dan bahkan dapat berinteraksi langsung dengan reporter dan menyebabkan peran editor yang makin berkurang dalam menyunting suatu berita. Production trends Dalam proses produksi berita media cetak, terjadi perubahan besar ketika digunakannya typesetting pada tahun 1950an dalam mencetak kertas. Hasil dari typesetting yang berbentuk paper tape ini kemudian dijadikan data master yang akan diperbanyak dengan mesin typesetting dan hasilnya mendekati bentuk aslinya. Pada tahun 1960an akhir paper tape disimpan dalam memori computer dan langsung dicetak setelah melalui proses editing.
Perkembangan akhir-akhir ini, paper tape tersebut semuanya tersimpan dalam komputer untuk proses editting dan lay-out sehingga deari editting tersebut tinggal dicetak langsung oleh mesin cetak laser (printer laser) dan kesalahan dalam proses produksi dapat deperkecil seminimal mungkin. Selain itu, proses percetakan suatu berita sekarang ini tidaklah lagi dilakukan hanya di satu tempat.
Contohnya antara lain adalah surat kabar new york times dan usa today yang jangkauan distribusinya sangat luas sehingga percetakan dilakukan di berbagai macam tempat terpisah namun isi berita tetap dipegang oleh satu dewan redaksi. Online newspapers Gagasan untuk menyediakan layanan surat kabar online sebenarnya sudah ada sejak tahun 1930an namun dengan format yang berbeda dengan format yang sekarang dimana surat kabar dikirim ke pelanggan melalui mesin fax. Kemudian pada tahun 1980an muncul layanan videotext dimana berita dikirim ke rumah melalui kabel telepon rumah.
Kemudian sampai sekarang banyaknya bermunculan surat kabar online lokal, regional, maupun internasional.Surat kabar online merupakan pasar yang potensial bagi pengusaha media untuk berbisnis karena tingkat penetrasi internet yang makin meningkat dari tahun ke tahun. Kredibilitas dari surat kabar online tercermin dari jumlah banyaknya pengunjung yang membuka surat kabar online mereka. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari kredibilitas mereka dalam surat kabar format cetakan.
Implementasi OSS di media cetak tidak semudah implementasinya di media online. Mario Alisjahbana, Presiden Direktur Pinpoint Publications dan Dian Rakyat Group membagi aplikasi open source menjadi lima bagian, yakni sistem operasi, aplikasi pengolah teks, aplikasi pengolah foto dan gambar, aplikasi desain pracetak, serta aplikasi manajemen dan akuntansi.
Fungsionalitas dan kemudahan penggunaan OSS, makin mendekati OS proprietary. Masalah yang kritis adalah driver untuk perangkat keras dan kompatibilitas dengan perangkat lain, seperti printer, scanner, kamera digital, dan wireless modem. Mario Alisjahbana menyarankan sebelum memilih sistem operasi open source, pastikan menggunakan distro mudah digunakan. Orang-orang yang terbiasa bekerja di lingkungan Windows, misalnya, sebaiknya memilih OS terbuka yang antarmuka grafisnya mendekati Windows.
Untuk aplikasi pengolah teks, open source menyediakan banyak pilihan. Misalnya KOffice, AbiWord, Gnome-Office, atau yang paling populer, OpenOffice Writer.
Aplikasi open source pengolah foto dan gambar untuk industry media cetak ada banyak yang bisa dipilih. Contohnya GIMP, GIMPShop (aplikasi turunan GIMP yang punya antarmuka menyerupai Photoshop), dan Krita. Hal kritis untuk jenis aplikasi ini adalah dukungan untuk manajemen warna (terutama CMYK), kemampuannya membuka beragam format, dan kemampuan kerja dengan tingkat gradasi.
Untuk proses desain dan pracetak yaitu mengolah foto, gambar, dan mengatur tata letak halaman ada aplikasi yang cukup andal untuk menggantikan Adobe Indesign yang harganya mahal yaitu Scribus. Tetapi aplikasi menuntut spesifikasi hardware yang cukup tinggi agar programnya tidak berjalan lambat.
Meskipun open source belum diterapkan secara total di dunia percetakan, tetapi setidaknya dunia percetakan telah beralih secara perlahan-lahan, dan berhasil menghemat dana dalam jumlah besar.


2.3 Perkembangan Teknologi Industri Komunikasi
            Manusia memiliki dua fungsi kedudukan dalam kehidupan ini yaitu sebagai individu dan mahluk sosial. Sebagai mahluk sosial, manusia membutuhkan untuk berkomunikasi diantara sesamanya  danmerupakan kebutuhan penting agar dapat melakukan interaksi dengan baik. Atas dasar kebutuhan tersebut, manusia berupaya mencari dan mencipta sistem dan alat untuk saling berinteraksi, mulai dari gambar (bentuk lukisan), isyarat (tangan, asap, dan bunyi), huruf, kata, kalimat, tulisan, surat, sampai dengan telepon dan internet.
Perkembangan sistem informasi dalam kehidupan manusia seiring dengan peradaban manusia itu sendiri sampai akhirnya mengenal istilah Teknologi Informasi (IT/Information Technology). Dimulai dari bentuk gambar yang tak bermakna pada dinding-dinding, prasasti-prasasti, sampai informasi yang kemudian dikenal dengan nama internet. Informasi yang dikekola dan disampaikan juga terus dikembangkan, dari informasi yang sederhana seperti sekedar  menggambarkan suatu keadaan, sampai pada informasi strategis seperti taktik bertempur.
Meperhatikan perkembangan informasi tersebut, kita akan mempelajari secara singkat sejarah teknologi infomasi dalam upaya untuk mendapatkan keutuhan ilmu dan pengetahuan tentang teknologi informasi. Sejarah teknologi dapat kita bagi ke dalam masa pra-sejarah, masa sejarah, dan masa modern.
Teknologi informasi merupakan gabungan antara teknologi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).  Pengembangan teknologi hardware cenderung menuju ukuran yang kecil dengan kemampuan serta kapasitas yang tinggi. Namun diupayakan harga yang relatif  semakin murah. Perkembangan teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja. Perkembangan teknologi informasi telah memunculkan berbagai jenis kegiatan yang berbasis pada teknologi, seperti : e-government, e- commerce, e-education, e-medicine, e-laboratory, dan lainnya, yang kesemuanya itu berbasiskan elektronika.
Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, meliputi : memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas. Informasi yang dibutuhkan akan relevan, akurat, dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan. 
Dengan ditunjang teknologi  informasi telekomunikasi data dapat disebar dan diakses secara global. Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Kemudian untuk profesi seperti sains, teknologi, perdagangan, berita bisnis, dan asosiasi profesi. Sarana kerjasama antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang lainnya tanpa mengenalbatas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran. Perkembangan teknologi  informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan itu dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Sehingga sekarang sedang semarak dengan berbagai terminologi yang dimulai dengan awalan e seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika.
Ekonomi global juga mengikuti evoluasi dari agraris dengan ciri utama tanah merupakan faktor produksi yang paling dominan. Melalui penemuan mesin uap, ekonomi global ber-evolusi ke arah ekonomi industri dengan ciri utama modal sebagai faktor produksi yang paling penting. Abad sekarang, cenderung manusia menduduki tempat sentral dalam proses produksi berdasar pada pengetahuan (knowledge based) dan berfokus pada informasi (information focused). Telekomunikasi dan informatika memegang peranan sebagai teknologi  kunci (enabler technology). Perkembangan teknologi  informasi yang begitu pesat, memungkinkan diterapkannya cara-cara yang lebih efisien untuk produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa. Proses inilah yang membawa manusia ke dalam masyarakat atau ekonomi informasi sering disebut sebagai masyarakat pasca industri. Pada era informasi ini, jarak fisik atau jarak geografis tidak lagi menjadi faktor penentu dalam hubungan antar manusia atau antar lembaga usaha, sehingga dunia ini menjadi suatu kampung global atau Global Village.

2.4 Perkembangan Industri Perbankan
            Perkembangan teknologi telah merubah bisnis dan cara menjalankan bisnis, semua sektor industri merasakan dampak dari perkembangan teknologi, berbagai fasilitas layanan muncul untuk mempermudah dan memuaskan konsumen. Industri perbankan menghadirkan layanan berbasis teknologi nirkabel untuk mempermudah dan memuaskan konsumen yang disebut mobile banking, salah satu bank yang menghadirkan teknologi tersebut untuk mempermudah dan memuaskan nasabahnya adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Penelitian ini mencoba memberikan bukti empiris tentang kesuksesan implementasi  layanan mobile banking di BRI menggunakan model kesuksesan DeLone & McLean dengan variabel tambahan keamanan & kerahasiaan, sebagai sampel adalah nasabah BRI unit Klaten sebanyak 52 orang yang berinteraksi dan menggunakan layanan mobile banking, pengumpulan data melalui kuisioner dan analisa data menggunakan SEM dengan alat bantu PLS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model DeLone & McLean terbukti secara empiris, semua variabel menunjukkan pengaruh yang signifikan dan positif selain hubungan antara kualitas informasi dengan penggunaan sistem dan hubungan antara penggunaan sistem dengan dampak individu.


2.5 Perkembangan Teknologi Industri Desaign Grafis
Dalam banyak industri papan gambar tradisional hampir peninggalan sebuah. Ada banyak dibantu komputer desain (CAD) paket yang memungkinkan perancang untuk menyusun desain Menggambar dengan mouse sulit, sehingga sistem komputer dapat memiliki:
  • pena cahaya;
  • tablet grafis;
Dalam gambar ini Anda bisa melihat bahwa di bawah itu tangan kiri insinyur ada tablet grafis.
CAD paket menggunakan grafik vektor, yang berarti bahwa koordinat pada setiap akhir baris diplot dan. Ini hasil file yang lebih kecil dalam ukuran ukuran perubahan dapat diakomodasi tanpa distorsi yang disebabkan oleh pixilation (di mana garis tampaknya melangkah). Keuntungan banyak CAD:
  • tidak memiliki keahlian menggambar spesial yang dibutuhkan;
  • desain dapat dengan mudah diubah.
  • desain dapat diuji menggunakan pemodelan komputer kondisi. matematis Kompleks perhitungan digunakan untuk item tersebut memprediksi perilaku di bawah normal dan ekstrim. Hal ini masuk akal lebih dari pengujian destruktif pada prototip, yang dapat sangat mahal atau bahkan berbahaya.
  • rencana dapat disimpan.

Teknologi animasi di dunia telah mengalami perkembangan yang begitu pesat. Tidak hanya digunakan untuk industri film, tetapi juga sudah merambah industri game. Namun perkembangan ini tidak berlaku di Indonesia. Hal ini dikarenakan mahalnya biaya teknologi animasi. Permasalahan inilah yang coba diatasi oleh Muhammad Hariadi ST MSc PhD. lewat karyanya yang disebut Motion Capture, Avatar Social, dan Render Farm.
Teknik Elektro, ITS Online – Karya yang diciptkan oleh Dosen Teknik Elektro ITS ini berawal dari keprihatinannya terhadap tidak adanya karya-karya animasi lokal yang berkualitas dan mampu bersaing di pasar dalam negeri. “Hal ini dikarenakan biaya produksi, terutama alat untuk membuat animasi yang berkualitas harganya sangat mahal,” terang Hariadi.
Ia mencontohkan alat Motion Capture yang dibuat di luar negeri harganya mencapai 1,5 miliar rupiah. “Itupun yang kualitasnya paling jelek,” tambahnya. Kondisi ini membuatnya semakin termotivasi untuk meneliti dan membuat peralatan animasi ini.
Jakarta - Salah satu kendala dalam memproduksi film animasi adalah mahalnya biaya yang dipakai untuk pembelian software. Tapi dengan 'Blender', software 3D berbasis open source, semua masalah biaya bisa diatasi.
Hal ini terungkap dalam workshop 'Blender' yang digelar oleh Tunas Indonesia Kreatif (TIK) dengan Regional IT Center of Excellence (RICE) PT INTI. Workshop ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari siswa SMK, komunitas serta praktisi animasi di Bandung.
Seperti disampaikan oleh Manager RICE, Gerhard Simanjuntak bahwa saat ini salah satu kendala utama dalam perkembangan animasi di Indonesia adalah masih tingginya biaya produksi. Padahal biaya produksi bisa minimalisir bahkan ditiadakan jika menggunakan software berbasis open source.

"Salah satu tools animasi 3D ya Blender. Software berbasis open source bisa menjadi solusi untuk mengurangi biaya produksi," paparnya saat berbincang dengan detikINET, Rabu (21/4/2010) sore.

Gerhard menambahkan, kualitas Blender tidak kalah dengan software animasi 3D yang berlisensi. Bahkan dia menargetkan hasil dari workshop ini adalah sebuah teaser (film pendek durasi 2-3 menit).

"Blender ini cukup untuk buat film animasi. Tidak kalah kualitasnya dengan yang berbayar," tegasnya.

Meski Blender merupakan aplikasi gratisan, tetapi blender memiliki kemampuan setangguh apikasi berbayar. Dijelaskan oleh Gerhard, Blender memiliki benyak
sekali kemampuan mulai dari pemodelan 3D, rendering, shading, animasi 3D, sampai pembuatan game 3D secara utuh.

Di tempat yang sama, Manager Program TIK, Ferie Budiansyah menerangkan bahwa dengan menggunakan open source bisa menekan biaya produksi minimal US$ 3.000.

"Jika dibandingkan dengan software 3D yang berlisensi. Itu bisa US$ 3.000-4.000. Dan bikin animasi tidak bisa satu komputer. Bayangkan berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk memproduksi satu film animasi," terangnya.

Ferie juga menegaskan bahwa layaknya software open source, Blender banyak mendapatkan dukungan dari komunitas. Bahkan dengan menggunakan Blender, selain
bisa menekan biaya juga bisa mendorong tumbuhnya industri animasi di Indonesia

"Misi kita adalah memunculkan serta menumbuhkan industri animasi. Pakai Blender, buat animasi tidak mahal," tegasnya.

Workshop ini akan digelar selama 5 hari. Para peserta tidak hanya mendapatkan ilmu tentang Blender, mereka juga akan dilibatkan dalam proses magang selama satu bulan untuk memproduksi teaser tentang Bandung Lautan Api.

"Cita-cita kita adalah membuat film animasi berseting Bandung Lautan Api," kata Ferie yang diamini oleh Gerhard.

2.6 Perkembangan Teknologi Industri Mobil
Beberapa perusahaan sudah pindah dari jalur perakitan robot.. Berikan dua alasan mengapa hal ini mungkin terjadi. Jelaskan peran yang akan komputer masih bermain perusahaan manufaktur di prosedur 
Namun ada sisi negatifnya:
  • Produk baru perlu lengkap pemrograman ulang mesin, mungkin dengan perkakas baru.
  • Pemeliharaan harus dilakukan dengan standar yang tinggi.
  • Kegagalan sistem komputer akan mengakibatkan hancurnya jalur perakitan.
  • Beberapa proses tidak dapat dilakukan oleh robot. Mereka masih memerlukan operator terampil.
Foto-foto menunjukkan garis perakitan mobil robot:



2.7 Perkembangan Teknologi Industri Robotika
Perkembangan teknologi robotika pada satu dekade ini berlangsung dengan  pesat ditandai dengan banyaknya penerapan teknologi robot untuk menggantikan  manusia.
Adapun akhir-akhir ini, peran open source di bidang sistem operasi dan  aplikasi sudah cukup luas dan berkembangn dengan pesat berkat keterbukaannya  dalam membangun sebuah aplikasi. Hal ini juga sudah mulai merambah ke dunia  teknologi robotika , salah satunya melalui pengembangan Robot lego Mindstorm  NXT dan pemrograman Lego dengan NXC yang menggunakan aplikasi open source.  Kesempatan untuk implementasi aplikasi open source di kampus cukup terbuka lebar mengingat adanya civitas akademika yang berkecimpung sebagai aktivis  open source di bidang robotika dan tingginya antusiasme mahasiswa dalam  kompetisi robot yang diadakan berbagai institusi di seluruh indonesia. Pergerakan mahasiswa dalam pengembangan teknologi robotika bukannya tidak  menemui hambatan. Selain kompetensi teknologi robotika, koordinasi dan  pendanaan serta fasilitas pendukung juga merupakan hal yang tidak bisa 
diabaikan . 
Maka dari itu, civitas akademika khususnya mahasiswa diharapkan dapat  mengambil peran sebagai pionir dalam pengembangan teknologi robotika untuk kemajuan industri dan teknologi di Indonesia. 



BAB 3
DAMPAK PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INDUSTRI TERHADAP PERADABAN MANUSIA

Teknologi yang sebenarnya merupakan alat bentu/ekstensi kemampuan diri manusia. Dewasa ini, telah menjadi sebuah kekuatan otonom yang justru ‘membelenggu’ perilaku dan gaya hidup kita sendiri. Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar, karena ditopang pula oleh system-sistem sosial yang kuat, dan dalam kecepatan yang makin tinggi, teknologi telah menjadi pengarah hidup manusia. Masyarakat yang rendah kemampuan teknologinya cenderung tergantung dan hanya mampu bereaksi terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kecanggihan teknologi.
Kita ketahui bahwa sebenarnya sejak dulu teknologi sudah ada atau manusia sudah menggunakan teknologi. Seseorang menggunakan teknologi karena manusia berakal. Dengan akalnya ia ingin keluar dari masalah, ingin hidup lebih baik, lebih aman dan sebagainya. Perkembangan teknologi terjadi karena seseorang menggunakan akalnya dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya.
Pada satu sisi, perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis, Demikian juga ditemukannya formulasi-formulasi baru kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktifitas manusia. Ringkas kata kemajuan IPTEK yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia. Sumbangan IPTEK terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa IPTEK mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia.
Kalaupun teknologi mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti teknologi sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan . Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan obyektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan. Tentu saja iptek tidak mengenal moral kemanusiaan, oleh karena iptek tidak pernah bisa menjadi standar kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah manusia.
Perkembangan dunia iptek yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Sistem kerja robotis telah mengalihfungsikan tenaga otot manusia dengan pembesaran dan percepatan yang menakjubkan.
Begitupun dengan telah ditemukannya formulasi-formulasi baru aneka kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktivitas manusia. Ringkas kata, kemajuan iptek yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia.
Bagi masyarakat sekarang, iptek sudah merupakan suatu religion. Pengembangan iptek dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan memuja iptek sebagai liberator yang akan  membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. Iptek diyakini akan memberi umat manusia kesehatan, kebahagiaan dan imortalitas. Sumbangan iptek terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri akan kenyataan bahwa iptek mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia. Dalam peradaban modern yang muda, terlalu sering manusia terhenyak oleh disilusi dari dampak negatif iptek terhadap kehidupan umat manusia. Kalaupun iptek mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti iptek sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan. Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan obyektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan.

Dampak positif dan dampak negative dari perkembangan teknologi dilihat dari bidang industri:

Dalam bidang ekonomi teknologi berkembang sangat pesat. Dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan manfaat positifnya antara lain:
a. Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
b. Terjadinya industrialisasi
c. Produktifitas dunia industri semakin meningkat
Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke toko.
d. Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki.Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.
e. Di bidang kedokteran dan kemajauan ekonomi mampu menjadikan produk kedokteran menjadi komoditi Meskipun demikian ada pula dampak negatifnya antara lain;1.   terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan2.   Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”.

Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Teknologi yang sebenarnya merupakan alat bentu/ekstensi kemampuan diri manusia. Dewasa ini, telah menjadi sebuah kekuatan otonom yang justru ‘membelenggu’ perilaku dan gaya hidup kita sendiri. Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar, karena ditopang pula oleh system-sistem sosial yang kuat, dan dalam kecepatan yang makin tinggi, teknologi telah menjadi pengarah hidup manusia. Masyarakat yang rendah kemampuan teknologinya cenderung tergantung dan hanya mampu bereaksi terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kecanggihan teknologi.
Perkembangan teknologi memang sangat diperlukan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun manusia tiudak bisa menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa teknologi mendatangkan berbagai efek negatif bagi manusia.
Oleh karena itu untuk mencegah atau mengurangi akibat negatif kemajuan teknologi, pemerintah di suatu negara harus membuat peraturan-peraturan atau melalui suatu konvensi internasional yang harus dipatuhi oleh pengguna teknologi.



BAB 4
KEBIJAKAN HUKUM PADA TEKNOLOGI INDUSTRI

4.1 Kebijaksanaan Pemerintah Mengenai Penguasaan Teknologi
Banyak negara berkembang pada saat ini sebagaimana haInya negara maju semakin menyadari bahwa pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah merupakan bagian dari pembangunan nasionalnya. Oleh karena itu nerara-negara berkembang termasuk Indonesia saling berpacu dalam meningkatkan kemampuan mereka untuk menguasai dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan .teknologi bagi pembangunan industri nasionalnya. Upaya yang mereka lakukan saat ini lebih ditekankan kepada peningkatan daya saing dalam rangka membuka akses menuju pasar internasional (market pull production).
Semakin ketatnya persaingan antar industri di dunia melalui perkembangan teknologi ternyata sistem perekonomian duniapun mengalami pergeseran menuju terbentuknva sistem ekonomi global. Implementasi dari sistem ekonomi global tersebut yaitu
terbentuknya pasar tunggal seperti Amerika bagian Utara Eropa dan Asia - Pasifik. Sistem ekonomi global ini di satu sisi meningkatkan volume permintaan dan menimbuIkan perluasan besar. akan tetapi di sisi lain juga menuntut persaingan yang semakin ketat antar produsen dalam memasuki pasar tersebut.
Globalisasi sistem perekonomian ini mau tidak mau akan memberikan dampak tersendiri dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yanp pesat dan canggih. Untuk menghasilkan produk yang kompetitif dari segi harga mutu dan waktu penyerahan sudah barang tentu produsen/industri perlu menguasai teknologi yang dibutuhkan dengan dukungan berbagai fasilitas litbang yang memadai dan tangguh.
Berbicara mengenai masalah penguasaan teknologi, BPP Teknologi berpendapat bahwa teknologi identik dengan industri. Oleh karena itu kalau kita ingin menguasai teknologi dalam bertagai bidang, maka kitapun tidak boleh lupa terhadap perkembangan industrinya sendiri.

4.2 Perkembangan Industri & Teknologi di Indonesia Serta Kebijaksanaan yang Telah dan Akan Dilaksanakan.
INDUSTRI
Kebijaksanaan pemerintah dalam rangka penguasaan teknologi merupakan alat yang ampuh di dalam mewujudkan program industrialisasi nasional seperti yang telah ditetapkan dalam GBHN dimana pada akhirnya melalui program industrialisasi dan keterampilan yang dimiliki akan dapat menghantarkan bangsa Indonesia ke dalam penemuan-penemuan baru baik "product technology", "manufacturing technology" maupun "production process technology".
Peranan pembangunan industri yang sangat besar di dalam perkembangan dan pertumbuhan pembangunan selanjutnya maka pembangunan industri haruslah merupakan usaha terpadu guna memantapkan proses industrialisasi dalam arti seluas-luasnya.
Dalam usaha mengembangkan pemikiran dalam menentukan dan prioritas industri yang akan dikembangkan di Indonesia, maka pangkal tolak yang dipergunakan selain penekanan ke arah sasaran yang telah ditetapkan dalam GBHN juga memperhatikan persoalan ekonomi yang dihadapi saat ini, yaitu : pertama, kendala kelangkaan sumber daya dana; kedua, mendesaknya penciptaan lapangan kerja produktif bagi angkatan kerja yang semakin bertambah.
Oleh karenanya pola pengembangan industri nasional ini dalam pelaksanaannya dapat didekati dengan beberapa pendekatan pengembangan industri.
a. Pembentukan Modal
Penekanan yang dilakukan dalam hal ini adalah pembangunan sektor industri yang mengandalkan nilai keunggulan komparatif yang terkandung dalam sumber daya yang dimiliki bangsa Indonesia dalam rangka pembentukan modal untuk membiayai tahap pembangunan berikutnya.
Industri yang dikembangkan Pada dasarnya untuk meningkatkan nilai tambah dari hasil-hasil industri primer untuk dijadikan bahan baku barang setengah jadi atau barang-barang konsumsi. Industri semacam ini telah berkembang baik untuk memenuhi pasaran dalam negeri maupun luar negeri.
Contoh : Industri LNG minyak pertambangan.
Dalam rangka pemupukan dana pembangunan. industri yang bertujuan ekspor tersebut merupakan industri yang memegang peranan penting. Oleh karena itu usaha-usaha pengembangan teknologi serta efisiensi produksi perlu terus dilakukan dan dikembangkan agar keunggulan komparatif yang dimiliki oleh sumber daya alam tersebut dapat dikembangkan atau setidak tidaknya dapat dipertahankan.
b. Pembangunan Manusia
Salah satu sumber daya yang kita miliki yang sekaligus juga menjadi tujuan pembangunan kita adalah manusia itu sendiri. sedangkan pembangunan industri yang didasarkan atas sumber daya manusia itu sendiri dapat dibedakan dari segi kedudukan/fungsinya, yaitu :
- Manusia sebagai konsumen/pemakai hasil industri.
Penekanan yang dilakukan disini adalah pengembangan sektor industri yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan rakyat banyak. Jadi industri Yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut harus benar-benar memenuhi syarat bahwa jumlah dan kualitas yang memadai serta harga yang terjangkau oleh masyarakat.
Contoh : industri pangan. sandang papan kesehatan dan pendidikan.
- Manusia sebagai tenaga kerja/Pelaksana proses produksi.
Penekanan yang dilakukan dalam hal ini adalah pengembangan sektor yang mampu menciptakan dan memperluas lapangan kerja (industri padat karya). Untuk mendorong dan memperluas lapangan kerja tersebut, seyogyanya perlu diberikan insentif atau setidak-tidaknya diberi keringanan-keringanan bagi industri yang mempunyai invesment per labornya rendah. Hal tersebut dimaksudkan mengingat tersedianya tenaga kerja yanp berlimpah dan relatif murah merupakan salah satu keunggulan komparatif yang kita miliki saat ini. Dengan demikian diharapkan tenaga kerja di kedua sektor tersebut banvak terserap.
- Manusia sebagai pembawa teknologi.
Pembangunan industri merupakan bagian dari pelaksanaan pembangunan dalam rangka mencapai sasaran pembangunan jangka panjang yaitu struktur ekonomi yang seimbang dimana terdapat kemampuan dan kekuatan industri yang maju yang didukung oleh kemampuan dan kekuatan pertanian yang tangguh.
Dalam rangka mentransformasikan bangsa dan negara kita menjadi negara industri pada era tinggal landas nanti dan dikaitkan dengan fungsi manusia sebagai pembawa teknologi maka pembangunan industri dimaksud lebih dititik beratkan pada industri manufaktur. Penekanan yang dilakukan disini ialah pengembangan sektor industri yang tercakup dalam strategi transformasi industri dan teknologi (5 prinsip 4 tahap dan delapan wahana industri) dalam rangka meningkatkan keterampilan bangsa dan sekaligus menguasai teknologi.
Mengingat penguasaan dan pengembangan teknologi ditentukan oleh manusia itu sendiri berarti penguasaan dan pengembangan yang dimaksud tak lain adalah usaha pembinaan manusia menjadi lebih terampil dan bermutu. Pada dasarnya penguasaan teknologi ini menibulkan bukan hanya tenaga terampil saja tetapi juga dana dan waktu.
c. Keterkaitan antar sektor industri dan / atau sektor ekonomi. Dalam hal ini penekanannya adalah pengembangan sektor industri yang didasarkan atas keterkaitan antar sektor indusiri itu sendiri dan / atau sektor ekonomi lainnya.
Dalam menyusun komoditi-komoditi secara tegas untuk menentukan pengembangan masing-masing industri. tidak bisa terlepas dari keterkaitan baik antar industri itu sendiri dengan kegiatan ekonomi lainnya.
Contohnya : - Bauxit - Alumina -.-Aluminium.
- Industri gula dengan sektor pertanian tebu.
- Industri gula yang didirikan tersebut tidak melihat kepada kelayakan ekonominya sematamata tetapi juga untuk melindungi petani tebu yang sudah ada.
TEKNOLOGI
Perkembangan teknologi dalam dasa warsa terakhir ini terasa semakin cepat khususnya akibat perkembangan dalam bidang industri elektronika dan informatika dimana daur hidup produk (product life cycle) semakin memendek dan cepat. Disamping itu perkembangan teknoloqi ini sekaligus memperluas ruang lingkup aplikasinya sehingga memberikan dampak yang sangat luas bagi perkembanpan sektor-sektor industri lainnya.
Oleh karena itu hampir seluruh negara industri berupaya menguasai dan mengembankan teknologi dengan meningkatkan kegiatan penelitian dan Pengembangan (RaD) baik dalam bidang teknologi manufaktur (manufacturing technology) rnaupun bidang teknologi produk (Product technology). Umumnya negara industri maju menempuh langkah ini dalam rangka meningkatkan daya saing produknya untuk memasuki pasaran internasional. Sedangkan bagi negara berkembang upaya ini lebih menitikberatkan untuk menguasai teknoloqi sarnbil membuka Peluang/akses untuk meraih pangsa pasar internasional.
Sebelum kita membicarakan tentang perkembangan teknologi di Indonesia terlebih dahulu digambarkan mengenai Peranan sektor industri manufaktur terhadap penerimaan dari sektor non migas. Tahun 1987/1988 Peranan sektor industri manufaktur terhadap penerimaan sektor non migas sebesar 78% dan tahun 1988/1989 mengalami Peningkatan sebesar 80%.
Kalau dirinci lebih lanjut hasil industri manufaktur yang termasuk "kadar teknologi yanq tinggi" ternyata hanya diwakili oleh industri logam dan alat listrik yang kontribusinya relatif sangat kecil. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan hasil ekspor industri manufaktur belum menggambarkan kemampuan kita dalam menguasai teknologi prose dan teknologi produk.
Berdasarkan hasil penelitian yang ada, bahwa perkembangan industri di Indonesia selama ini masih berkembang ke arah teknologi manufakturing proses yang menghasilkan barana-barang kebutuhan dalam negeri maupun untuk di ekspor, dan sedikit sekali industri-industri yang berkembang ke arah teknologi produk untuk menghasilkan produk inovatif' baru yang mampu bersaing di pasaran.
Dengan demikian perkembangan teknologi manufaktur pada industri industri nasional sudah berkembang cukup baik dengan level teknoiogi yang rnemadai. Hal ini disebabkan selama ini departemen Perindustrian telah memberikan pembinaan terhadap industri nasional dengan dukungan Balai-Balai Penelitian & Pengembanqan miliknya dalam rangka peningkatan mutu dan daya saing produk yang dihasilkan.
Sedangkan perkembangan teknologi produk untuk menghasilkan produk inovatif baru perlu terus ditingkatkan mengingat bila industri kita ingin bersaing di pasaran internasional yang semakin kompetitif. Upaya untuk mendukung perkembangan teknologi produk, pemerintah telah membangun prasarana dan sarana laboratorium yang diperlukan di kawasan PUSPIPTEK - Serpong.

4.3 Pendanaan & Pelaksanaan Kegiatan Litbang Dalam Rangka Penguasaan Teknologi
Sejarah telah membuktikan bahwa sumber daya alam yang berlimpah ruah tanpa ditunjang oleh kemampuan menguasai teknologi tidak lagi dapat dijadikan andalan tapi suatu bangsa dalam melaksanakan pembangunan nasionalnya.
Namun menyadari akan besarnya biaya yang diperlukan dalam melakukan kegiatan litbang serta adanya tantangan yang diakibatkan oleh qejala globalisasi ekonomi serta kecepatan
Perkembangan teknologi yang berakibat "life cycle dari teknologi itu semakin memendek, maka timbul gejala untuk melaksanakan kegiatan litbang (R&D) secara bersama (Joint Research).
Hal ini dilaksanakan khususnya untuk kegiatan penelitian dasar (basic research) karena dibutuhkan biaya/dana yang sangat besar, maka sumber Pendanaan kegiatan dimaksud dapat dipikul bersama oleh industri/perusahaan dan pemerintah. Bahkan khusus bagi penelitian yang bersifat strategis dan menunjanq kepentingan nasional dapat pula sepenuhnya dibebankan pada pemerintah. Oleh karena itu, biasanya pemerintah menetapkan jenis-jenis penelitian yang akan dibantunya.
Di beberapa negara maju, kegiatan litbang bidang-bidang yang lebih dibutuhkan oleh pemerintah (seperti litbang dalam bidang penerbangan & antariksa. elektronika &. telekomunikasi). maka sebagian atau bahkan seluruh kebutuhan dana dapat dibiayai oleh pemerintah.
Sedangkan untuk bidang-bidang yang dianggap lebih banyak manfaatnya bagi swasta (seperti litbang dalam bidang makanan, kertas, peralatan dari logam), pemerintah hanya membiayai/memberikan subsidi sebagian kecil atau bahkan sama sekali tidak.
Salah satu bentuk baru dalam rangka mengefektifkan serta memproduktifkan "critical mass" kegiatan litbang yang meliputi keterbatasan dana, globalisasi pasar dan langkanya tenaga ekspert, maka beberapa industri di dunia melakukan atau menempuh cara : merger, aliansi strategis, acquisition (Pembelian) Walaupun cara-cara tersebut bagi orang-orang yang hanya berorientasi pada globalisasi pasar hal ini ditafsirkan sebagai upaya yang menjurus ke arah konglomerasi namun ditinjau dari segi kegiatan litbang upaya ini nampaknya cukup efektif untuk mendorong perkembangan teknologi.
Pelaksanaan kegiatan litbang dalam rangka penguasaan teknologi, industri tidak melaksanakannya sendiri akan tetapi industri juga harus mengadakan kerjasama dengan lembaga litbang dan perguruan tinggi. Suatu synergy dalam bentuk kerjasama antar pelaku dalam bidang iptek yaitu industri - lembaga penelitian - perguruan tinggi, perlu dikembangkan semakin erat serta ditata dan dilibatkan ke-dalam program bersama yang pelaksanaannya melampaui batas negara ataupun melalui pendirian apa yang disebut dengan "science based industrial Park atau "technology based industrial park" yaitu mengembangkan pusat-pusat industri di sekitar perguruan tinggi dan lembaga penelitian.
Salah satu gambaran kongkrit yang membuat kita optimis bahwa kita akan berhasil mengantarkan bangsa kita memasuki tahap ketiga penguasaan teknologi adalah pengalaman yang berhasil dicapai di sektor industri pesawat terbang yaitu densan dinroduksinya CN-235 oleh IPTN dan kini IPTN sedang mempersiapkan produk terbarunya N 250 yang merupakan hasil rancang bangun dan rekayasa bangsa sendiri adalah jelas melambangkan bahwa industri tersebut telah memasuki tahapan ketiga penguasaan teknologi. Pengalaman dan prestasi ini jelas merupakan hasil kerja keras yang dilakukan dalam bidang penguasaan teknologi dan tidak terlepas dari keterpaduan kerjasama antara industri (IPTN)- lembaga penelitian (LUK & LAGG di Serpong) - perguruan tinggi (ITS).
Contoh lainnya keberhasilan PT PAL Indonesia dalam melakukan rancang bangun dan rekayasa kapal Caraka Jaya pada gilirannya meningkatkan kemampuan berbagai industri galangan kapal nasional, karena untuk memproduksi kapal Caraka Jaya tersebut galangan galangan lainnya juga turut dilibatkan. Keterpaduan antara industri dengan kegiatan penelitian dilaksanakan dengan didirikannya Laboratorium Hydrodinamika lengkap dengan Towing Tank di ITS - Surabaya, sekaligus memperlihatkan adanya skenario yang utuh dalam mengefektifkan hubungan "industri - laboratorium penelitian - perguruan tinggi.
Demikian juga hasil-hasil Litbang Terapan pada beberapa industri swasta nasional (PMDN) seperti :
- Industri pengolah pertanian :
PT. Sungai Guntung, melaksanakan litbang terapan untuk pengolahan dan pemanfaatan tanah serta air Gambut berikut industri pengolahannya dengan melibatkan kurang lebih 25 orang tenaga ahli (PhD dan Sarjana).
- Industri pengolah hasil hutan :
Litbang terapan yang diarahkan disini ialah untuk kelestarian hutan dan industri pengolahannya. Disamping itu PT. Inti Indo Rayon dikembangkan menjadi salah satu pusat penelitian pulp untuk rayon di Indonesia. Bagi Indonesia adalah sangat strategis untuk mengembangkan rayon sebagai pengganti kapas, karena Indonesia sulit untuk mengembangkan kapas.
- Industri lainnya yaitu : - industri yang mengolah hasil laut;
- industri yang mengolah hasil tambang (petrokimia, keramik);
- industri tekstil;
- industri elektronika;
- industri kimia yang mengolah petro kimia dan hasil perkebunan;
- industri engineering (kendaraan- bermotor, perkapalan).
4.4 Peranan Bumn-Is Dalam Penguasaan Teknologi.
Salah satu kebijakan yang ditempuh pemerintah pada akhir-akhir ini yang akan menentukan keberhasilan bangsa kita dalam menguasai dan mengembangkan teknologi adalah dibentuknya BPIS yang membawahi l0 BUMN yang dinilai strategis bagi pengembangan teknologi di Indonesia.
Diharapkan kesepuluh perusahaan tersebut dapat berkembang menjadi "center of excellence" atau pusat keunggulan teknologi dibidang masing-masing, sehingga mampu mendorong industri dalam negeri lainnya untuk menguasai teknologi manufaktur dan teknologi produk, melalui langkah ini diharapkan daya saing Produk dalam negeri semakin meningkat serta akses menuju pasar internasional semakin terbuka.
Selanjutnya dalam operasionalisasi dari Strategi Transformasi Industri dan Teknologi yang dikemukakan oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi, bahwa pelaksanaan transformasi industri & teknologi dilaksanakan dalam 8 wahana industri. Kesepuluh BUMN Industri Strategis merupakan pelaksana daripada strategi transformasi industri & teknologi yang termasuk ke dalam 8 wahana tersebut.
Sekarang kalau kita lihat kembali. bahwa dalam rangka strategi transformasi industri & teknologi untuk menguasai dan mengembangkan teknologi, maka industri-industri strategis di lingkungan BPIS yang mewakili dalam wahana-wahana transformasi industri &teknologi sebagai berikut :
- Industri Penerbangan diwakili oleh PT. IPTN.
- Industri Maritim dan Perkapalan diwakili oleh PT. PAL Indonesia
- Industri Alat Transportasi Darat diwakili oleh PT. INKA.
- Industri Telekomunikasi dan Elektronika diwakili oleh PT. INTI dan LEN - SPIS.
- Industri Alat Pembangkit Energi diwakili oleh PT. BBI.
- Industri Perekayasaan
- Industri Alat dan Mesin Pertanian diwakili oleh PT. Barata Indonesia.
- Industri Pertahanan diwakili oleh PT. PINDAD dan PT. DAHANA.
Untuk meningkatkan peranan BUMN-IS di lingkungan BPIS dalam rangka strategi transformasi industri & teknologi di masa mendatang, maka ada beberapa hal yang mungkin perlu mendapatkan pemikiran, yaitu :
1. Penguasaan teknologi di bidang industri alat transportasi darat, khususnya mengenai penguasaan dan pengembangan teknologi perkeretaapian yang dilaksanakan oleh PT, INKA selama ini sudah berjalan dengan baik. Namun industri alat transportasi darat tidak hanya kereta api saja, tetapi juga kendaraan bermotor. Selama ini penguasaan dan pengembangan teknologi di industri kendaraan bermotor belum berkembang sebagaimana yang diharapkan.
2. Di dalam wahana industri perekayasaan, BUMN-IS BPIS belum kelihatan yang terjun untuk melaksanakan kegiatan penguasaan dan pengembangan teknologi di bidang ini. Untuk itu adakah perlu industri rekayasa di luar BUMN-IS masuk sebagai industri strategis misalnya PT. Rekayasa Industri atau salah satu anak perusahaan PT. Krakatau Steel yang bergerak dalam bidang industri rekayasa.
Akhirnya, untuk masa mendatang peran BUMN-IS SPIS dalam rangka strategi transformasi industri & teknologi perlu terus ditingkatkan, dimana ke sepuluh industri strategis di lingkungan BPIS harus dapat menjalankan misi sebagai pusat-pusat keunggulan teknologi (center of' excellence) untuk menguasai dan mengembangkan teknologi di bidangnya masing-masing yang tercakup di dalam 8 wahana transformasi industri & teknologi.




BAB 5
STRATEGI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PEMBANGUNAN INDUSTRI

Kebijaksanaan pemerintah yang selaras dan terpadu dalam bidang Industri dan Ilmu Pengetahuan & Teknologi adalah merupakan alat yang ampuh di dalam mewujudkan program Industrialisasi, dimana pada akhirnya melalui program Industrialisasi dan ketrampilan yang dimiliki akan dapat menghantarkan bangsa kedalam penemuan-penemuan baru baik dalam "product technology", "technology manufacturing" maupun dalam "production process technology". Sehingga dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa di dunia Internasional.
Kebijaksanaan Pengembangan Industri merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan pembangunan untuk mempercepat tercapainya sasaran pembangunan jangka panjang, sehingga bangsa Indonesia mampu tumbuh dan berkembang atas kekuatannya sendiri menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Oleh karenanya pembangunan Industri harus diarahkan secara tepat dalam rangka menciptakan kerangka landasan yang kuat bagi bangsa j Indonesia untuk tumbuh dan berkembang sehingga posisi industri pada Repelita VI (1994) telah mampu mendukung perekonomian nasional untuk tinggal landas.
PENDEKATAN PENGEMBANGAN INDUSTRI
Dalam usaha mengembangkan pemikiran dalam menentukan dan prioritas industri yang akan dikembangkan di Indonesia, maka pangkal tolak yang dipergunakan selain penekanan ke arah sasaran yang telah ditetapkan, juga memperhatikan persoalan ekonomi yang dihadapi saat ini, yaitu : pertama, kendala kelangkaan sumber dana; kedua, mendesaknya penciptaan lapangan kerja produktif bagi angkatan kerja yang semakin bertambah.
Oleh karenanya pola pengembangan industri nasional ini dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok, yaitu pertama industri dalam rangka pembentukan modal, kedua industri yang dikaitkan dengan pembangunan manusia, dan ketiga adalah program-program keterkaitan antar industri dan / atau sektor ekonomi lainnya.
Industri Dalam Rangka Pembentukan Modal
Penekanan yang dilakukan dalam hal ini adalah pembangunan sektor industri yang mengandalkan nilai keunggulan komparatif yang terkandung dalam sumber daya alam yang dimilik bangsa Indonesia. Industri ini dikembangkan pada dasarnya untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam dan hasil-hasil industri primer untuk dijadikan bahan baku, barang setengah jadi atau barang-barang konsumsi. Industri semacam ini telah berkembang baik untuk memenuhi pasaran dalam negeri maupun luar negeri.
Contoh : Industri LNG, minyak, pertambangan, kehutanan dan lain-lain. Dalam rangka pemupukan dana pembangunan, industri yang bertujuan ekspor tersebut merupakan industri yang memegang peranan penting. Oleh karena itu usaha-usaha pemilihan teknologi serta efisiensi produksi perlu terus dilakukan dan dikembangkan agar keunggulan komparatif yang dimilik oleh sumber daya alam tersebut dapat dikembangkan atau setidak-tidaknya dapat dipertahankan. Teknologi yang diperlukan perlu dipilih dari teknologi-teknologi yang paling mutakhir, efisien dan teruji dari seluruh dunia.
Industri yang Dikaitkan Dengan Pembangunan Manusia
Salah satu sumber daya yang kita miliki yang sekaligus juga menjadi tujuan pembangunan kita adalah manusia itu sendiri. Sedangkan pembangunan industri yang didasarkan atas sumber daya
manusia itu sendiri dapat dibedakan dari segi kedudukan/fungsinya yaitu :
- Manusia sebagai konsumen/pemakai hasil industri.
Penekanan yang dilakukan disini adalah pengembangan sektor industri yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan rakyat banyak. Jadi industri yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut harus benar-benar memenuhi syarat bahwa sejumlah dan kwalitas yang memadai serta harga yang terjangkau oleh masyarakat.
Contoh : pangan, sandang, perumahan, kesehatan dan pendidikan.
- Manusia sebagai tenaga kerja/pelaksana proses produksi.
Penekanan yang dilakukan dalam hal ini adalah pengembangan sektor industri yang mampu menciptakan dan memperluas lapangan kerja (industri padat karya). Untuk mendorong dan memperluas lapangan kerja tersebut seyogyanya perlu diberikan insentif atau setidak-tidaknya diberi keringanan-keringanan bagi industri yang memerlukan investasi per tenaga kerja yang rendah. . Hal tersebut mengingat tersedianya tenaga kerja yang berlimpah dan relatif murah merupakan salah satu keunggulan komparatif yang kita miliki saat ini. (Aneka Industri)
Contoh : berbagai aneka industri baik untuk pasar dalam negeri maupun ekspor.
- Manusia sebagai pembawa teknologi.
Pembangunan industri merupakan bagian dari pelaksanaan pembangunan dalam rangka mencapai sasaran pembangunan jangka panjang yaitu struktur ekonomi yang seimbang dimana terdapat kemampuan dan kekuatan industri yang maju yang didukung oleh kemampuan dan kekuatan pertanian yang tangguh. Dalam rangka mentransformasikan bangsa dan negara kita akan menjadi negara industri pada era tinggal landas nanti dan dikaitkan dengan fungsi manusia sebagai pembawa teknologi, maka pembangunan industri dimaksud perlu dititik beratkan pada industri rekayasa dan manufaktur. Penekanan yang dilakukan disini ialah pengembangan sektor industri yang tercakup dalam strategi transformasi industri dan teknologi (delapan wahana industri) dalam rangka meningkatkan ketrampilan bangsa dan sekaligus menguasai teknologi.
Mengingat penguasaan dan pengembangan teknologi ditentukan oleh manusia itu sendiri, berarti penguasaan dan pengembangan yang dimaksud tak lain adalah usaha pembinaan manusia menjadi lebih terampil dan bermutu. Pada dasarnya penguasaan teknologi ini bukan hanya membutuhkan tenaga terampil saja tetapi juga dana dan waktu.
Keterkaitan antar sektor industri dan/atau sektor ekonomi.
Dalam hal ini penekanannya adalah pengembangan sektor industri yang didasarkan atas keterkaitan antar sektor industri itu sendiri dan / atau sektor ekonomi lainnya. Dalam menyusun komoditi-komoditi secara tegas untuk menentukan pengembangan masing-masing industri, tidak bisa terlepas dari keterkaitan baik antar industri itu sendiri dengan kegiatan ekonomi lainnya.
Contoh : -- Bauxit - Alumina - Aluminium.
- Industri gula dengan sektor pertanian tebu. Industri gula yang didirikan tersebut tidak melihat kepada kelayakan ekonominya semata-mata tetapi juga untuk melindungi petani tebu yang sudah ada.
Setelah tadi disinggung mengenai pengelompokkan industri di Indonesia, maka dalam rangka strategi transformasi teknologi dan industri yang merupakan konsep yang menempatkan manusia sebagai pembawa teknologi, didalam awal pelaksanaannya untuk dapat menguasai teknologi ada dua alternatif yang dapat ditempuh yaitu:
pertama; pengembangan teknologi yang telah ada melalui kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan sendiri, atau
kedua; dengan jalan pintas melalui pengalihan teknologi dari negara-negara yang sudah maju teknologinya.
Bagi Indonesia menggunakan cara yang kedua yaitu melalui alih teknologi lebih menguntungkan, karena cara yang pertama, selain memerlukan waktu panjang dan biaya yang besar, juga tersedianya tenaga ahli dan terampil masih terbatas.
Alih teknologi sebagai tahapan pertama adalah cara yang paling bijaksana dalam pelaksanaan program industrialisasi bagi pembangunan industri di Indonesia, dan perlu dilaksanakan terus sampai bangsa kita siap dan mampu secara ilmu pengetahuan dan teknologi maupun industri untuk memasuki era penemuan-penemuan baru baik "produk-produk baru", "manufacturing technology" maupun "production process technology".
Dan dalam konteks ini telah ditetapkan industri-industri yang akan menjadi "pusat keunggulan" dalam bidang-bidang industri alat-alat transportasi baik udara, darat maupun laut, industri telekomonikasi dan elektronika, industri pembangkit energi, industri perekayasaan, industri alat dan mesin pertanian, dan industri pertahanan. Pemilihan industri dan teknologi tersebut didasarkan atas kebutuhan bangsa kita yang berpenduduk sekitar 200 juta orang pada awal abad yang akan datang dan melingkupi wilayah seluas 5.193.250 km yang meliputi wilayah daratan dan wilayah lautan. Dari segi kesiapan, telah juga dibangun laboratorium-laboratoriumdi PUSPIPTEK Serpong yang dapat menunjang proses penguasaan teknologi tersebut.
Disamping mempersiapkan sarana-sarana fisik tersebut diatas, pemerintah juga memberikan perhatian yang cukup serius dalam pengembangan perundang-undangan dan peraturan, yang erat kaitannya dengan penguasaan dan pengembangan teknologi antara lain :
- Dewan Riset Nasional (DRN) tahun 1984;
- Dewan Standardisasi Nasional (DSN) tahun 1984;
- Undang-Undang Hak Cipta tahun 1982 dan telah di sempurnakan pada tahun 1987;
- Undang Undang Paten tahun 1989;
- Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) tahun 1990.
Dana kegiatan penelitian & pengembangan
Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa sejarah telah membuktikan bahwa sumber daya alam yang berlimpah ruah tanpa ditunjang oleh kemampuan menguasai teknologi tidak lagi dapat dijadikan andalan bagi suatu bangsa dalam melaksanakan pembangunan nasionalnya. Namun menyadari akan besarnya biaya yang diperlukan dalam melakukan penelitian & pengembangan serta adanya tantangan yang diakibatkan oleh globalisasi ekonomi serta kecepatan perkembangan teknologi yang mengakibatkan "life cycle" dari teknologi itu semakin memendek, maka timbul kecenderungan untuk melaksanakan kegiatan penelitian & pengembangan secara
bersama (joint research).
Tiap-tiap negara mempunyai keinginan yang berbeda dalam menguasai teknologi untuk kepentingan sendiri. Baik sebagai "leader" dalam teknologi tertentu ataupun untuk bisa menguasai teknologi untuk kepentingannya sendiri karena teknologi tersebut tidak dikembangkan oleh negara lain. Sebab itu Pemerintah dari negara tertentu memberikan anggaran yang cukup untuk kepentingan litbang pada teknologi tertentu saja. Sedangkan teknologi - teknologi lainnya diserahkan kepada industri untuk mengembangkannya sendiri.
Sebagai contoh di beberapa negara maju, ratio pengeluaran pemerintah terhadap total investasi untuk kegiatan penelitian & pengembangan pada tahun 1985, yaitu :
- Jepang 19,4 %
- Jerman Barat 39,6 %
- Inggris 42,6 %
- Amerika Serikat 46,8 %
- Perancis 53,5 %
Sedangkan kalau dilihat dana pengeluaran untuk kegiatan penelitian & pengembangan terhadap GNP di beberapa negara, yaitu:
- Jepang (1986) 2,74 %
- Amerika Serikat (1986) 2,70 %
- Jerman Barat (1985) 2,80 %
- Korea (1985) 1,77 %
- Indonesia (1983) 0,45 %
- Malaysia (1984) 0,66 %
- Thailand (1985) 0,30 %
Salah satu bentuk baru dalam rangka mengefektifkan serta memproduktifkan kegiatan litbang yang meliputi keterbatasan dana, globalisasi pasar dan langkanya tenaga ekspert, maka beberapa industri di dunia melakukan atau menempuh cara : merger, aliansi strategis, acquisition (pembelian). Walaupun cara-cara tersebut bagi orang-orang yang hanya berorientasi pada globalisasi pasar hal ini ditafsirkan sebagai upaya yang menjurus ke arah konglomerasi, namun ditinjau dari segi kegiatan litbang upaya ini nampaknya cukup efektif untuk mendorong perkembangan teknologi.
Kerjasama dalam kegiatan litbang.
Pelaksanaan kegiatan litbang dalam rangka penguasaan teknologi, industri tidak melaksanakannya sendiri akan tetapi industri juga harus mengadakan kerjasama dengan lembaga litbang dan perguruan tinggi. Suatu synergy dalam bentuk kerjasama antar pelaku dalam iptek yaitu industri - lembaga penelitian perguruan tinggi, perlu dikembangkan semakin erat serta ditata dan dilibatkan ke dalam program-program yang pelaksanaannya antara lain melalui pendirian apa yang disebut dengan "science based industrial park" atau "technology based industrial park" yaitu mengembangkan pusat-pusat industri di sekitar perguruan tinggi dan/atau lembaga penelitian.
Salah satu gambaran kongkrit yang membuat kita optimis bahwa kita akan berhasil mengantarkan bangsa kita memasuki tahap dapat mengembangkan teknologi sendiri adalah pengalaman yang berhasil dicapai di sektor industri pesawat terbang yaitu dengan diproduksinya CN-235 oleh IPTN dan kini IPTN sedang mempersiapkan produk terbarunya N-250 yang merupakan hasil rancang bangun dan rekayasa bangsa sendiri adalah jelas melambangkan bahwa industri tersebut telah memasuki tahapan ketiga dalam proses penguasaan teknologi. Pengalaman dan prestasi ini jelas merupakan hasil kerja keras yang dilakukan dalam bidang penguasaan teknologi dan tidak terlepas dari keterpaduan kerjasama antara industri (IPTN) - lembaga penelitian (LUK & LAGG di Serpong) - perguruan tinggi (ITB).
Contoh lainnya keberhasilan PT PAL Indonesia dalam melakukan rancang bangun dan rekayasa kapal Caraka Jaya pada gilirannya meningkatkan kemampuan berbagai industri galangan kapal nasional, karena untuk memproduksi kapal Caraka Jaya tersebut galangangalangan lainnya juga turut dilibatkan. Keterpaduan antara industri dengan kegiatan penelitian dilaksanakan dengan didirikannya Laboratorium Hydrodinamika lengkap dengan "Towing Tank" di ITS - Surabaya, sekaligus memperlihatkan adanya skenario yang utuh dalam mengefektifkan hubungan "industri - laboratorium penelitian perguruan tinggi.
Incubator program dan venture capital
Untuk lebih meningkatkan kaitan antara industri - lembaga penelitian - perguruan tinggi dan untuk lebih menyalurkan inovasi-inovasi perorangan atau kelompok menjadi suatu kenyataan yang dapat dikomersilkan sejak tiga dekade di Amerika Serikat yang juga kemudian diikuti oleh negara-negara Eropa Barat dan negara berkembang telah dikembangkan pusat-pusat pengembangan usaha teknologi yang disebut "Incubator". Program "incubator" ini diciptakan untuk dapat memberikan tempat yang murah serta pelayanan teknologi dan kewiraswastaan untuk para inovator supaya dapat mengembangkan penemuannya tersebut, sehingga pada suatu saat bisa menjadi usahawan/entrepreneur. "Incubator" ini biasanya dipusatkan di sekitar Perguruan Tinggi ataupun pusat-pusat penelitian dan pengembangan. Sejalan dengan program "incubator" ini juga dikembangkan Lembaga Keuangan Non Bank yang dapat berpartisipasi dalam proses pematangan suatu penemuan sampai terbentuknya perusahaan bisa berkembang dan menguntungkan. Lembaga-lembaga Keuangan ini biasanya menyediakan
Apa yang disebut "Seed Capital" dan juga yang berbentuk "Venture Capital". Jadi pada awal proses pengembangan inovasi sampai terbentuknya perusahaan inovator tersebut tidak dibebani keharusan memberikan garanti untuk pinjaman bank serta tidak dibebani oleh bunga bank. Dengan demikian penguasaan teknologi dapat terlaksana baik pada perusahaan-perusahaan besar maupun bisa berawal dari perorangan atau kelompok. Dengan program incubator ini, yang telah mulai juga dijajagi di Indonesia, akan memberikan iklim yang lebih mendorong pemanfaatan teknologi dan tidak terbatas pada perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga oleh perorangan ataupun kelompok yang lebih kecil.
Dikaitkan dengan pendanaan melalui Lembaga Keuangan seperti "Venture Capital", maka satu jalan menuju lahirnya usahawan usahawan/ entrepreneur baru dibidang teknologi akan lebih terbuka dan pada sisi lain akan lebih merangsang daya kreatif intelektual bangsa kita untuk menghasilkan penemuan/inventions dan inovasi- inovasi . Keterlibatan baik perusahaan besar dan perorangan dalam teknologi ini merupakan bagian dari proses pemerataan yang kita harapkan dan perjuangkan.

1 komentar: